Shanghai, Bharata Online - Produk hewan peliharaan pintar asal Tiongkok semakin diminati di pasar global. Produsen lokal melaporkan lonjakan pesanan luar negeri seiring beralihnya perhatian para pembeli di ajang Asia Pet Expo di Shanghai baru-baru ini terhadap inovasi teknologi Tiongkok.
Sejauh ini, nilai pasar konsumen anjing dan kucing di wilayah perkotaan Tiongkok telah melampaui 310 miliar yuan (sekitar 817 triliun rupiah).
Ajang Pet Fair Asia ke-28, yang baru saja berakhir di Shanghai, menarik lebih dari 530.000 pengunjung serta lebih dari 2.600 peserta pameran dari dalam dan luar negeri. Banyak pembeli dari luar negeri mulai melirik produk hewan peliharaan pintar buatan Tiongkok.
"Teknologi untuk hewan peliharaan mungkin perlu diperbarui setiap tahun. Kami sudah menerima banyak tanggapan positif dari pelanggan di pasar Vietnam mengenai produk Tiongkok ini," ujar seorang pembeli asal Vietnam di pameran tersebut.
"Produk Tiongkok sangat unggul dalam hal teknologi AI. Menurut saya, saat ini Tiongkok memimpin dunia dalam bidang AI. Kami berharap bisa mendapatkan banyak produk," kata seorang pembeli asal India di pameran itu.
"Masyarakat Tiongkok sangat kreatif. Setiap tahun kami datang untuk melihat produk-produk baru; itulah alasan kami menghadiri pameran ini," ujar pembeli lain asal India.
Di sebuah pabrik peralatan pencucian dan pengeringan hewan peliharaan pintar di Kota Cixi, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur, para pekerja sedang bekerja ekstra keras untuk merakit mesin pengering hewan peliharaan.
Setelah dikemas, produk-produk tersebut akan dikirim ke Amerika Serikat. Pemilik perusahaan mengatakan bahwa pesanan luar negeri terus meningkat belakangan ini, sehingga lini produksi harus bekerja lembur untuk memenuhi permintaan tersebut.
"Pada dasarnya, kami harus memproduksi beberapa ribu unit setiap hari. Pasar utama kami meliputi Eropa, Australia, Amerika Utara, dan sejumlah pasar di Asia Tenggara. Berdasarkan angka tahun ini, total nilai pesanan luar negeri mungkin berkisar antara 10 juta hingga 20 juta yuan (sekitar 26 hingga 52,7 miliar rupiah)," kata Wei Naijian, salah satu pendiri JirPet Technology Co., Ltd.
Wei menuturkan bahwa saat perusahaan didirikan pada tahun 2017, fokus utamanya adalah pasar domestik, namun fokus tersebut beralih ke pasar luar negeri mulai tahun 2024. Pada paruh pertama tahun ini, volume penjualan luar negeri perusahaan melonjak lebih dari 55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada paruh pertama tahun ini, Bea Cukai Ningbo memproses deklarasi ekspor untuk produk-produk terkait hewan peliharaan senilai 2,24 miliar yuan (sekitar 5,9 triliun rupiah), meningkat 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Para ahli menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok sedang memperluas kehadiran mereka di pasar hewan peliharaan luar negeri, tidak hanya melalui keunggulan rantai pasok, tetapi juga melalui kemampuan menentukan harga saat berinteraksi langsung dengan konsumen di luar negeri. Mereka menilai bahwa pasar produk hewan peliharaan memiliki potensi besar di masa depan.
"Saat ini, pasar global untuk produk hewan peliharaan pintar diperkirakan bernilai antara 8 miliar hingga 18 miliar dolar AS. Menjelang tahun 2030, nilainya diperkirakan akan mencapai kisaran 15 miliar hingga 30 miliar dolar AS (sekitar 265,6 hingga 531 triliun rupiah), sementara ekosistem teknologi hewan peliharaan yang lebih luas dapat mencapai angka antara 30 miliar hingga 50 miliar dolar AS (sekitar 531 hingga 885 triliun rupiah)," ujar Cui Lili, Wakil Direktur Institut Ekonomi Digital di Universitas Keuangan dan Ekonomi Shanghai.