Tiongkok, Bharata Online - Sebanyak 12 kamera aksi kelas konsumen dipasang pada roket untuk pertama kalinya dalam misi Zhuque-3 Y2, guna mendokumentasikan kondisi kerja nyata komponen-komponen utama di sepanjang proses penerbangan.
Para insinyur antariksa Tiongkok di zona percontohan inovasi antariksa komersial Dongfeng, Tiongkok Barat Laut, berhasil meluncurkan dan memulihkan kembali roket Zhuque-3 pada hari Rabu (19/8).
Roket Zhuque-3 Y2 meluncur pada pukul 07.35 (Waktu Beijing) dari Dongfeng dan berhasil menempatkan satelit Honghu-03 ke orbit yang telah ditentukan.
Misi ini juga mencakup pemulihan tahap pertama roket di darat untuk pertama kalinya, dengan para ilmuwan mengarahkan roket secara mulus menuju titik pendaratan yang telah ditetapkan di lokasi pemulihan.
Seluruh rangkaian misi yang berlangsung seharian itu direkam menggunakan 12 kamera yang tersedia secara komersial, berbeda dari kamera kelas industri yang digunakan pada misi-misi sebelumnya.
"Setelah roket Zhuque-3 Y1 kembali dari misinya Desember lalu, kami mendapati bahwa kamera industri yang ada saat itu memiliki keterbatasan dalam menangkap gambar berdefinisi tinggi. Namun, kami sangat ingin menggunakan rancangan ini untuk merekam operasional komponen utama roket, khususnya grid fin (sirip kendali) tahap pertama dan kaki pendaratan, dalam definisi tinggi sepanjang penerbangan," ujar Wang Yihui, Anggota Tim Operasional Zhuque-3.
Kamera komersial pada roket tersebut diprogram untuk aktif secara berkala guna mengambil dan menyimpan gambar asli berdefinisi tinggi (4K) untuk ditinjau setelah roket berhasil dipulihkan.
"Kami berharap kamera aksi kami dapat merekam gambaran lengkap dan jelas mengenai roket, mulai dari peluncuran hingga pemulihan akhir, dalam definisi yang lebih tinggi. Dengan demikian, setelah misi selesai, para peneliti dapat menganalisis dan mengoptimalkan operasi peluncuran berikutnya," kata Huang Yixiao, yang bekerja untuk pemasok kamera tersebut.
Zhuque-3, yang dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan komersial Tiongkok LandSpace, telah disetujui oleh Badan Antariksa Nasional Tiongkok (China National Space Administration/CNSA) sebagai roket generasi baru berbahan bakar oksigen cair dan metana yang mampu melakukan peluncuran berbiaya rendah, berkapasitas besar, dan berfrekuensi tinggi.