Bogota, Bharata Online - Sebuah pesawat carteran pemerintah Tiongkok yang membawa sekitar 80 ton bantuan kemanusiaan darurat tiba di Bandara Internasional El Dorado di Bogota, ibu kota Kolombia, menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 yang melanda wilayah barat negara Amerika Latin tersebut pada 10 Agustus 2026.
Bantuan tersebut mencakup 7.000 selimut, 1.900 tenda, 15 kendaraan penjernih air darurat, 200 lampu tenaga surya, 200 alat penyemprot disinfektan portabel, dan 20 unit generator diesel, yang ditujukan untuk tempat penampungan sementara, penyediaan air dan listrik darurat, disinfeksi, serta penerangan di wilayah-wilayah yang terdampak.
Para pejabat Kolombia menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada pemerintah dan rakyat Tiongkok atas dukungan yang diberikan tepat waktu ini.
"Tiongkok senantiasa kooperatif dan membantu saat kami membutuhkannya, yang mencerminkan persahabatan antara rakyat kedua negara," ujar Diana Catalina Davila, Direktur Asia, Afrika, dan Oseania di Kementerian Luar Negeri Kolombia.
Bantuan tersebut akan diangkut ke departemen Valle del Cauca yang terdampak parah dan didistribusikan kepada penduduk setempat.
Sara Eva Mendoza Dominguez, perwakilan pemerintah departemen Valle del Cauca di Bogota, mengatakan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat di departemen Valle del Cauca.
"Kami memiliki hubungan diplomatik selama 46 tahun yang didasarkan pada rasa saling menghormati dan persahabatan, dan kini kami menyaksikan persahabatan yang mendalam dari rakyat Tiongkok untuk rakyat Kolombia," ujarnya.
"Hari ini, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Tiongkok atas bantuan kemanusiaannya dalam upaya penanggulangan bencana gempa bumi yang sedang berlangsung. Pengiriman bantuan ini merupakan wujud dukungan yang diberikan pemerintah dan rakyat Tiongkok kepada Kolombia di masa sulit ini," kata David Santiago Tamayo, Direktur Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana Kolombia.
Selain bantuan logistik tersebut, Tiongkok juga memutuskan untuk memberikan bantuan dana tunai darurat sebesar satu juta dolar AS guna mendukung upaya pemulihan dan rekonstruksi Kolombia pascabencana.
Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi tersebut telah meningkat menjadi 312 orang, dengan 4.611 orang terluka dan 290 lainnya masih dinyatakan hilang, demikian disampaikan badan penanggulangan bencana negara tersebut pada hari Selasa (18/8). Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, mengatakan pada Senin (17/8) malam bahwa sekitar sepertiga wilayah negara itu terdampak oleh gempa bumi yang berpusat di San Jose del Palmar, di departemen Choco.
Ia menyatakan bahwa perkiraan awal menempatkan kerugian ekonomi langsung akibat gempa tersebut pada angka hampir 30 triliun peso Kolombia (sekitar 171,2 triliun rupiah), yang mencakup 24,5 triliun peso (sekitar 139,85 triliun rupiah) akibat kerusakan bangunan dan 5,5 triliun peso (sekitar 31,4 triliun rupiah) akibat kerusakan infrastruktur.