Beijing, Bharata Online - Menurut seorang pejabat Kementerian Perdagangan Tiongkok, negara itu terus menyempurnakan sistem perdagangan tingkat kabupaten sejak tahun 2021, yang mendorong pembangunan terpadu antara perkotaan dan pedesaan serta revitalisasi pedesaan secara menyeluruh.
Dalam konferensi pers yang digelar di Beijing, Yuan Xiaoming, Asisten Menteri Perdagangan Tiongkok, memaparkan kepada media mengenai perkembangan terkini dalam pengembangan jaringan perdagangan tingkat kabupaten serta rencana langkah selanjutnya.
"Sebanyak 3.159 pusat layanan perdagangan dan niaga komprehensif tingkat kabupaten, 15.000 pusat perdagangan dan niaga tingkat kota praja (township), serta 168.000 toko kelontong tingkat desa telah dibangun dan direnovasi. Kini gerai-gerai perdagangan pada dasarnya telah menjangkau wilayah kabupaten, kota praja, dan desa di seluruh negeri," ujar Yuan.
"Kami telah mendukung peningkatan dan renovasi lebih dari 3.600 gerai distribusi logistik tingkat kabupaten dan kota praja. Setiap harinya, lebih dari 100 juta paket keluar-masuk wilayah pedesaan, dan semakin banyak penduduk yang menikmati kemudahan layanan tepat di depan pintu rumah mereka," ungkapnya.
Mengenai rencana langkah selanjutnya, Yuan menyatakan bahwa kementerian akan mendorong pengembangan lebih lanjut sistem logistik pedesaan modern dengan cara meningkatkan saluran distribusi, memperluas skenario penerapan e-commerce pedesaan, meningkatkan efisiensi koordinasi rantai pasok, serta memperpanjang rantai industri.
Selain itu, Kementerian Perdagangan Tiongkok akan mendorong persaingan yang sehat serta kerja sama antara merek domestik dan asing, sekaligus mempromosikan diversifikasi format layanan.
Data resmi menunjukkan bahwa penjualan ritel barang konsumsi di wilayah pedesaan meningkat sebesar 2,4 persen secara tahunan dalam tujuh bulan pertama tahun 2026. Angka pertumbuhan ini 1,3 poin persentase lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan. Penjualan ritel tingkat kabupaten dan kota praja diperkirakan mencakup hampir 40 persen dari total penjualan ritel nasional.