Makau, Bharata Online - Para pejabat dan perwakilan masyarakat menyatakan keyakinan kuat bahwa rencana lima tahun yang baru bagi Makau (2026-2030) untuk pembangunan ekonomi dan sosial akan secara efektif memanfaatkan keunggulan wilayah administratif khusus tersebut guna memajukan prinsip "satu negara, dua sistem" serta lebih mengintegrasikan diri ke dalam dan mendukung pembangunan nasional Tiongkok secara keseluruhan.

Rencana yang dirilis oleh pemerintah Wilayah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Makau pada hari Selasa (18/8) ini menetapkan delapan tujuan pembangunan. Rencana itu berfungsi sebagai peta jalan komprehensif bagi fase pertumbuhan Makau berikutnya, yang selaras erat dengan Rencana Lima Tahun ke-15 nasional (2026-2030) yang disahkan oleh Kongres Rakyat Nasional pada bulan Maret 2026.

"Rencana Lima Tahun Ketiga ini didasarkan pada kajian dan penelitian mendalam mengenai pengaturan, kebijakan, arah, proyek utama, dan inisiatif besar baru dalam Rencana Lima Tahun ke-15 nasional. Rencana ini juga mempertimbangkan kondisi aktual serta kebutuhan pembangunan Makau dan Zona Kerja Sama Hengqin untuk mengidentifikasi bidang-bidang fokus strategis Makau yang memanfaatkan kekuatan dan kemampuan unik Makau guna memenuhi persyaratan nasional dan sepenuhnya selaras dengan Rencana Lima Tahun ke-15 nasional," ujar Cheong Chok Man, Direktur Biro Penelitian Kebijakan dan Pembangunan Regional SAR Makau.

Para tokoh masyarakat dari berbagai sektor memuji proses penyusunan rencana yang melibatkan partisipasi publik serta visinya yang ambisius namun pragmatis bagi masa depan kota tersebut.

"Pemerintah telah sepenuhnya menyerap pendapat publik selama tahap perencanaan. Rencana ini bukan sekadar agenda pemerintah, melainkan benar-benar milik seluruh lapisan masyarakat. Rencana ini dirancang untuk lebih memanfaatkan sinergi antara pasar yang efektif dan pemerintah yang kompeten. Saya yakin seluruh masyarakat akan bekerja sama untuk memajukan pembangunan berkualitas tinggi dalam praktik 'satu negara, dua sistem' yang berciri khas Makau serta lebih mengintegrasikan diri ke dalam pembangunan nasional secara keseluruhan," ujar Tong Kai Chung, Dekan Macao Institute of Management sekaligus Anggota Dewan Eksekutif SAR periode keenam.

"Rencana Lima Tahun Ketiga ini telah menyusun cetak biru baru bagi masa depan Makau dan memberikan arah yang lebih jelas bagi generasi muda kita. Rencana tersebut secara khusus menekankan pada 'mendukung pertumbuhan dan pengembangan kaum muda'. "Hal yang paling dibutuhkan oleh kaum muda adalah peluang dan wadah. Kami yakin bahwa di masa mendatang, generasi muda Makau akan menemukan prospek yang lebih besar di berbagai bidang yang sedang berkembang, seperti inovasi teknologi, ekonomi digital, pariwisata budaya, serta konvensi dan pameran," ujar Wong Chi Choi, Ketua Asosiasi Pemuda Baru Makau (Macao New Youth Association).

Rencana tersebut menegaskan komitmen pemerintah Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) untuk mendorong diversifikasi ekonomi yang moderat serta memperkuat peran Makau sebagai jembatan yang menghubungkan Tiongkok dengan negara-negara berbahasa Portugis dan komunitas global yang lebih luas.