New York, Bharata Online - Seorang utusan PBB dari Tiongkok mendesak Israel untuk menarik diri dari wilayah Suriah dan menghormati kedaulatannya setelah mengecam serangan Israel dalam pertemuan Dewan Keamanan pada hari Kamis (27/8).
Sun Lei, Wakil Tetap Tiongkok untuk PBB, menyatakan bahwa Dataran Tinggi Golan diakui secara internasional sebagai wilayah Suriah yang diduduki, dan pihak-pihak terkait harus melaksanakan Perjanjian Pemisahan Pasukan antara Israel dan Suriah tahun 1974.
"Tiongkok mengecam serangan Israel terhadap Suriah dan menyerukan kepada semua pihak untuk benar-benar menghormati kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas wilayah Suriah. Dataran Tinggi Golan diakui secara internasional sebagai wilayah Suriah yang diduduki. Pihak-pihak terkait berkewajiban melaksanakan Perjanjian Pemisahan Pasukan antara Israel dan Suriah tahun 1974. Israel harus menarik diri dari wilayah Suriah sesegera mungkin," ujar Sun Lei.
Pertemuan Dewan Keamanan tersebut membahas transisi politik dan situasi kemanusiaan di Suriah, di tengah berlangsungnya gerakan kepulangan sukarela terbesar di negara itu dalam lebih dari satu dekade.
Menurut data PBB, hampir 2 juta warga Suriah yang mengungsi di dalam negeri dan lebih dari 1,7 juta pengungsi telah kembali ke kampung halaman sejak Desember 2024, meskipun kebutuhan kemanusiaan di dalam negeri masih tinggi.
Sun mengatakan bahwa otoritas transisi Suriah harus memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, mengupayakan transisi politik yang inklusif, dan mempercepat rekonstruksi ekonomi.
Ia menyatakan bahwa proses tersebut harus dipimpin dan dimiliki oleh pihak Suriah sendiri, menghormati perbedaan etnis dan agama, serta melindungi hak dan kepentingan semua kelompok secara setara.
Sun juga menyebutkan bahwa terorisme masih menjadi ancaman utama dan mendesak otoritas transisi Suriah untuk mengambil tindakan tegas terhadap semua organisasi teroris internasional yang terdaftar oleh Dewan Keamanan.
Setelah lebih dari satu dekade konflik, Sun mengatakan bahwa rakyat Suriah tidak ingin negara mereka kembali terseret ke dalam perang, seraya menambahkan bahwa stabilitas di Suriah akan membantu memperbaiki situasi yang lebih luas di Timur Tengah.
Ia juga mengatakan Tiongkok siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk membantu Suriah mencapai keamanan dan pembangunan, serta mendorong pemulihan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah sesegera mungkin.