HARBIN, Bharata Online - Dengan meningkatkan koridor ekologi lintas batas, memperluas pemantauan bersama, berbagi keahlian ilmiah, dan mengoordinasikan upaya anti-perburuan liar, Tiongkok dan Rusia telah membantu melindungi pergerakan harimau Amur di antara kedua negara.

Seorang ahli Tiongkok, Prof. Jiang Guangshun, yang bekerjasama dengan rekan-rekan Rusia, kepada Global Times mengatakan, bahwa kerja sama tersebut telah memperkuat konektivitas habitat, dan memberikan dukungan penting untuk pemulihan spesies di alam liar.

Tahun ini, Tiongkok dan Rusia terutama membandingkan data yang dikumpulkan melalui program pemantauan masing-masing, sebelum bersama-sama menerbitkan hasil tentang distribusi lintas batas, dan status populasi harimau Amur.

Prof Jiang mengatakan, Taman Nasional Harimau dan Macan Tutul Tiongkok Timur Laut, telah menjalin kemitraan jangka panjang dengan Taman Nasional Tanah Macan Tutul Rusia, melakukan survei populasi bersama, mengoordinasikan patroli lintas batas, dan berbagi informasi tentang harimau Amur. Bersama-sama, kedua pihak telah menciptakan kawasan lindung lintas batas, yang mencakup hampir 17.000 kilometer persegi. 

Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional Tiongkok (NFGA) belum lama ini mengatakan, 21 harimau Amur dan 27 macan tutul Amur, sekarang secara teratur bergerak melintasi perbatasan Tiongkok-Rusia.

Menurut NFGA, sejak tahun 2023, Tiongkok dan Rusia telah mulai membuka koridor migrasi satwa liar di sepanjang perbatasan bersama mereka, untuk memfasilitasi pergerakan harimau Amur, macan tutul, dan hewan liar lainnya. Langkah ini telah mengubah apa yang dulunya merupakan penyeberangan perbatasan yang sulit, menjadi jalur yang tidak terhalang untuk migrasi satwa liar. (Sumber : Global Times)