La GuairĂ¡, Bharata Online - Banyak warga di negara bagian La Guaira, yang terkena dampak parah gempa bumi dahsyat baru-baru ini di Venezuela, berlindung di tenda-tenda sumbangan dari Tiongkok setelah terpaksa tidur di luar ruangan karena kekurangan tempat penampungan sementara.
Di sebuah tempat penampungan sementara di La Guaira, warga telah mendirikan lebih dari 30 tenda sumbangan Tiongkok dan kini sibuk mengubahnya menjadi rumah sementara mereka yang baru.
Ines, seorang warga di tempat penampungan tersebut, kehilangan rumahnya akibat gempa bumi. Ia dan suaminya telah tidur di luar ruangan hingga tenda-tenda sumbangan Tiongkok tiba, menawarkan mereka tempat berlindung sementara.
"Tenda-tenda sumbangan Tiongkok ini besar dan luas. Kami akan tidur di dalamnya malam ini, dan kami bisa pindah hari ini (11 Juli). Kami telah tidur di luar ruangan sejak gempa bumi, dan sekarang musim hujan, tenda-tenda ini dapat melindungi kami dari hujan," ujar Ines.
Gelombang pertama bantuan kemanusiaan darurat yang disediakan oleh pemerintah Tiongkok tiba di Venezuela pada tanggal 6 Juli 2026. Bantuan tersebut, yang berjumlah lebih dari 80 ton, termasuk generator, alat penjernih air, alat sterilisasi, lampu tenaga surya, tenda, dan selimut.
Pada tanggal 11 Juli 2026, tenda-tenda tersebut didirikan di La Guaira. Bantuan tambahan dari Tiongkok akan didistribusikan kepada warga yang terkena dampak gempa setelah koordinasi dengan pemerintah Venezuela.
"Kami berterima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan Tiongkok kepada kami. Bantuan ini benar-benar tak ternilai harganya bagi kami. Kami tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya kami tanpa bantuan dari Tiongkok dan negara-negara lain," kata Rosbel, seorang warga lainnya.
"Bantuan ini benar-benar sangat membantu masyarakat setempat. Kami juga berharap agar mereka yang berada di daerah lain yang terkena dampak juga dapat memperoleh bantuan," tutur Alejandro, warga lainnya.
Sejak gempa bumi berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitude terjadi dalam hitungan detik pada 24 Juni 2026, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 4.490, dengan 16.740 orang terluka, kata Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez pada hari Minggu (12/7).