Dalian, Bharata Online - Upacara pembukaan resmi Pertemuan Pejabat Senior APEC ketiga (Senior Officials' Meeting/SOM3) telah berlangsung pada hari Kamis (27/8) di Kota Dalian, Provinsi Liaoning, Tiongkok Timur Laut, seiring dengan persiapan Tiongkok untuk Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC yang memasuki tahap akhir.
Dalam pidato utamanya di acara tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok, Ma Zhaoxu, menyatakan bahwa dengan waktu kurang dari tiga bulan menjelang pembukaan Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC di Shenzhen, fasilitas di lokasi konferensi telah sepenuhnya siap dan seluruh pekerjaan persiapan berjalan dengan tertib.
"Situasi internasional saat ini ditandai oleh perubahan dan gejolak yang saling terkait. Dampak lanjutan dari konflik geopolitik kian meningkat, dan pertumbuhan ekonomi dunia menghadapi berbagai tantangan. Pada saat yang sama, didorong oleh kecerdasan buatan, babak baru revolusi sains-teknologi dan industri sedang mempercepat berbagai terobosan, serta penggerak pembangunan yang baru mulai terbentuk," ujar Ma.
Ma menekankan bahwa kawasan Asia-Pasifik, sebagai jangkar stabilitas global dan mesin pertumbuhan dunia, memikul tanggung jawab yang besar.
"Tiongkok akan bertindak sebagai tuan rumah yang baik dan bekerja sama dengan semua pihak untuk memastikan bahwa 'Tahun APEC Tiongkok' menghasilkan capaian yang bermanfaat, membawa kerja sama ekonomi regional ke tingkat yang lebih tinggi, serta memberikan kontribusi kekuatan Asia-Pasifik bagi pertumbuhan ekonomi global," katanya.
Tiongkok menjadi tuan rumah SOM3 dan pertemuan-pertemuan terkait di Dalian mulai tanggal 17 hingga 28 Agustus 2026, seiring dengan berlanjutnya 'Tahun APEC Tiongkok' melalui berbagai upaya kerja sama di berbagai bidang.
"Tiongkok memainkan peran kunci dalam memajukan agenda strategis, pilar-pilar strategis, serta segala hal yang relevan terkait diskusi umum yang perlu dilakukan di forum seperti APEC. Setiap ekonomi yang berpartisipasi harus menyadari apa yang sedang berlangsung di sini, tidak hanya pada tingkat kebijakan, tetapi juga pada tingkat industri. Dan menurut saya, Tiongkok memainkan peran yang luar biasa dalam hal tersebut," ujar Rodrigo Gallardo, Sekretaris Jenderal Frutas de Chile, sebuah badan perdagangan yang mewakili industri perkebunan buah Chili.
"Tantangan yang kita hadapi bersifat global, sehingga kita perlu bekerja sama, berkolaborasi, serta saling berbagi dan menyatukan gagasan, baik antarinstansi pemerintah maupun dengan sektor swasta, untuk menghadirkan modal serta ketersediaan teknologi tersebut," ujar Jarred Mair, Chief Insight Officer di Kementerian Industri Primer Selandia Baru.