Zhengzhou, Bharata Online - Para perwakilan Amerika Latin yang menghadiri Forum Pembangunan Tiongkok-Amerika Latin dan Karibia (Latin America and the Caribbean/LAC) ke-3 menyerukan agar kerja sama dengan Tiongkok diperluas melampaui sekadar perdagangan, mencakup investasi berkualitas tinggi, energi, dan infrastruktur.

Forum tersebut dibuka di Zhengzhou, ibu kota Provinsi Henan di Tiongkok Tengah, dengan mempertemukan perwakilan dari 25 negara LAC, pejabat internasional, dan para ahli untuk menjajaki potensi kerja sama.

Selama forum berlangsung, kedua belah pihak menjajaki kerja sama berkualitas tinggi di bidang pemberdayaan digital, pengentasan kemiskinan yang terarah, penanganan masalah penuaan penduduk, dan pertumbuhan inklusif.

Perdagangan bilateral mencapai rekor 549 miliar dolar AS (sekitar 9.760 triliun rupiah) pada tahun 2025, dan Tiongkok menandatangani lebih dari 20 protokol baru dengan berbagai negara di kawasan tersebut untuk impor produk pertanian dan pangan, sehingga menghadirkan lebih banyak produk berkualitas tinggi dari Amerika Latin ke rumah tangga di Tiongkok.

"Jika melihat angka-angka ekonominya, kita bisa melihat bahwa hubungan antara Tiongkok dan negara kami sangat kuat—tentu saja dalam hal perdagangan, yang merupakan salah satu bagian utama hubungan ekonomi—tetapi juga dalam investasi, termasuk cara-cara investasi baru yang terkait dengan energi dan pertambangan. Kita perlu membangun jembatan baru, tidak hanya antar-pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah, dan tentu saja hubungan antar-masyarakat. Itulah sebabnya kami berada di sini, menjalin interaksi antar-masyarakat, dan berusaha memahami lebih dalam situasi nyata di Zhengzhou ini," ujar Ramiro Ordoqui, Mantan Sekretaris Negara untuk Urusan Ekonomi dan Keuangan Internasional di Kementerian Luar Negeri Argentina.

Delegasi lain juga menyuarakan hal serupa, dengan menyoroti perlunya peningkatan kualitas perdagangan dan logistik.

"Kawasan seperti Amerika Latin dan Karibia telah mengembangkan perdagangan yang cukup pesat dengan Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini sangat penting, namun belum cukup. Kini kita harus meningkatkan kualitas hubungan semacam ini, baik dari segi kualitas perdagangan maupun logistik. Oleh karena itu, sangat penting bagi Brasil—negara saya—untuk hadir dan berpartisipasi dalam acara ini, berbagi gagasan, serta mulai membangun agenda bersama yang lebih kuat antara Amerika Latin dan Karibia dengan Tiongkok," kata Pedro Silva Barros, peneliti di Institut Penelitian Ekonomi Terapan Brasil.