Katmandu, Bharata Online - Sebuah tim baru yang terdiri dari para ahli asal Tiongkok telah tiba di Kathmandu, Nepal, pada hari Kamis (3/9) untuk membantu pihak berwenang Nepal mengidentifikasi para korban tanah longsor mematikan yang melanda wilayah perbatasan Tiongkok-Nepal pada 26 Agustus 2026.

Sebuah pesawat angkut Y-20 yang membawa para ahli tersebut mendarat di Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu.

"Sepuluh ahli asal Tiongkok, termasuk spesialis DNA dan forensik serta ahli sidik jari, dikerahkan segera pada hari Kamis (3/9). Atas instruksi Kementerian Keamanan Publik, kami datang ke Nepal mewakili Tiongkok untuk membantu proses identifikasi korban," ujar Qi Yu, salah satu ahli asal Tiongkok.

Pesawat tersebut juga membawa gelombang baru bantuan darurat yang disumbangkan oleh Tiongkok. Bantuan yang dikirimkan mencakup unit pendingin jenazah (morgue freezer), perlengkapan pencegahan wabah, kebutuhan sehari-hari, dan berbagai barang lain yang sangat dibutuhkan di Nepal.

Bantuan tersebut juga mencakup jembatan Bailey untuk penanganan bencana, sementara peralatan pemasangan jembatan telah diangkut secara terpisah melalui jalur darat menuju pos perbatasan Tiongkok-Nepal.

Pada hari Kamis (3/9), Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, menyampaikan terima kasih kepada Tiongkok atas bantuan penanganan bencana dalam pertemuan dengan Duta Besar Tiongkok untuk Nepal, Zhang Maoming. Ia menyatakan bahwa Nepal sangat menghargai bantuan murah hati Tiongkok di masa krisis ini.

Menurut Kepolisian Nepal, jumlah korban tewas akibat tanah longsor di Nepal telah mencapai 1.290 jiwa per Kamis (3/9) malam.