Beijing, Bharata Online - Kanal Pinglu, jalur air buatan pertama di Tiongkok yang menghubungkan sungai-sungai di wilayah pedalaman dengan laut, diperkirakan akan memangkas jarak transportasi antara wilayah barat daya Tiongkok dan negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sebesar 560 kilometer, menurut keterangan seorang pejabat Tiongkok pada hari Selasa (1/9).
Kanal sepanjang 134,2 kilometer itu merupakan proyek utama dalam Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru Tiongkok, sebuah jaringan angkutan barang yang bertujuan meningkatkan konektivitas antara wilayah barat Tiongkok dan pasar luar negeri. Proyek ini diharapkan dapat menyediakan rute yang lebih singkat bagi pengiriman barang dari wilayah barat daya Tiongkok menuju pelabuhan-pelabuhan di Teluk Beibu, karena dirancang untuk menghubungkan sistem Sungai Xijiang dengan Teluk Beibu melalui Sungai Qinjiang.
"Begitu Kanal Pinglu dibuka untuk pelayaran, jarak transportasi antara wilayah pedalaman barat daya Tiongkok dan negara-negara ASEAN akan terpangkas sejauh 560 kilometer, dan biaya logistik akan berkurang sebesar 18 hingga 30 persen," ujar Lu Xinning, Wakil Gubernur Daerah Otonom Guangxi Zhuang.
"Dari segi kelas pelayaran, Kanal Pinglu merupakan jalur air penghubung sungai-laut dengan standar tertinggi di Tiongkok bahkan di dunia, dan kanal ini akan mengubah lanskap ekonomi serta geografis antara Tiongkok dan ASEAN. Setelah dibuka untuk pelayaran, kanal ini akan menambah koridor dua arah baru bagi arus barang di antara kedua pasar utama tersebut. Berbagai faktor seperti modal, teknologi, talenta, dan tenaga kerja antara wilayah barat daya Tiongkok dan negara-negara ASEAN juga akan semakin terintegrasi, sehingga memunculkan proyek-proyek investasi lintas batas dan kerja sama industri yang baru," ungkapnya.