Beijing, Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, mengatakan pada hari Senin (31/8) bahwa Tiongkok sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mencari warga negara Tiongkok maupun warga negara asing yang hilang akibat tanah longsor dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal-Tiongkok, sembari memberikan bantuan darurat kepada negara tetangga tersebut.

"Tanah longsor hebat itu dipicu oleh runtuhnya gletser secara tiba-tiba di wilayah perbatasan Nepal, yang menyebabkan banyak korban jiwa dan hilangnya sejumlah orang di kedua sisi perbatasan. Di samping melakukan upaya penyelamatan dan bantuan darurat di dalam negeri, Tiongkok segera mengulurkan bantuan kepada Nepal untuk mendukung respons darurat dan upaya penanggulangan bencana di sana," ujar Guo.

Menurut juru bicara tersebut, pemerintah Tiongkok telah memberikan bantuan dana tunai darurat dan bantuan kemanusiaan kepada Nepal. Pengiriman pertama bantuan logistik seberat 50 ton telah tiba di Kathmandu. Dua tim ahli penyelamatan terowongan asal Tiongkok juga telah dikerahkan ke lokasi bencana.

Tiongkok juga telah berbagi informasi penting dengan Nepal, termasuk citra, data satelit dan hidrologi, serta peringatan dini terkait danau bendungan alami di hulu, dan secara aktif membantu warga Nepal yang terjebak untuk kembali ke tanah air mereka.

Guo menyatakan bahwa seluruh warga negara Tiongkok yang berhasil dihubungi di lokasi bencana di Nepal telah dipindahkan ke tempat yang aman dan dalam kondisi baik. Ia menambahkan bahwa pihak berwenang Tiongkok terus menjalin komunikasi erat dengan berbagai kedutaan besar asing di Tiongkok untuk melacak keberadaan warga negara asing yang masih belum ditemukan serta menangani dampak pascabencana.

"Hampir 100 warga negara Tiongkok dilaporkan hilang di wilayah terdampak bencana di sisi Nepal. Nepal sedang berupaya keras untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang hilang atau terjebak. Para ahli terowongan dari Tiongkok telah tiba di lokasi bencana di Nepal untuk membantu operasi penyelamatan terkait," ungkapnya.

Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat tanah longsor dahsyat tersebut telah mencapai 903 orang, sementara 4.247 orang lainnya masih dinyatakan hilang per pukul 09.00 waktu setempat pada hari Senin (31/8).

Di sisi Tiongkok, pemerintah daerah setempat mengonfirmasi adanya 16 korban tewas dan 546 orang hilang per pukul 18.00 hari Sabtu, menyusul bencana yang melanda Pelabuhan Gyirong di Daerah Otonom Tibet, Tiongkok Barat Daya.