Guangzhou, Bharata Online - Hingga 31 Agustus tahun ini, tercatat ada lebih dari lima juta pergerakan keluar-masuk penumpang asing di Bandara Internasional Guangzhou Baiyun, Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan.

Menurut pos pemeriksaan perbatasan bandara tersebut, angka itu mencerminkan peningkatan lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang merupakan rekor tertinggi untuk periode yang sama.

Lonjakan lalu lintas penumpang ini mencerminkan dampak gabungan dari kebijakan transit bebas visa 240 jam Tiongkok yang telah diperluas serta serangkaian acara diplomatik besar, termasuk pertemuan APEC yang diselenggarakan oleh Tiongkok.

"Ini adalah kunjungan kedua saya ke Tiongkok, dan yang pertama ke Guangzhou. Saya berencana tinggal di kota ini selama satu minggu. Kini kami dapat menikmati kebijakan bebas visa, dan proses pemeriksaan jalur cepat (fast-track) sangatlah praktis. Semuanya terasa begitu mudah," ujar Oleg Mokrov, seorang wisatawan asal Rusia.

Di saat jumlah kedatangan penumpang asing meningkat, volume pergerakan keluar-masuk warga negara Tiongkok juga terus bertambah. Hingga 31 Agustus 2026, bandara tersebut mencatat total 7,67 juta pergerakan keluar-masuk warga negara Tiongkok, naik 11,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk menangani arus penumpang yang terus tinggi, pihak otoritas pemeriksaan perbatasan telah menerapkan sejumlah langkah yang memudahkan penumpang.

"Kami telah menyederhanakan proses dengan menggabungkan izin masuk sementara dan pemeriksaan perbatasan kedatangan menjadi satu transaksi tunggal. Kami juga menerapkan layanan pengisian kartu kedatangan secara daring yang dapat dilakukan sebelumnya melalui ponsel, serta memberikan panduan yang disertai layanan penerjemahan multibahasa secara real-time untuk menyediakan informasi perjalanan bagi penumpang asing yang tiba. Bagi kelompok khusus seperti lansia, orang yang lemah kondisi fisiknya, orang sakit, penyandang disabilitas, dan wanita hamil, kami menyediakan panduan serta bantuan di sepanjang proses tersebut," jelas Xin Xin, petugas di pos pemeriksaan perbatasan bandara.