Shanghai, Bharata Online - Produsen robot asal Tiongkok, Unitree Robotics, memulai debutnya di papan inovasi sains dan teknologi Bursa Efek Shanghai atau STAR Market pada hari Rabu (19/8), dengan lonjakan harga saham sebesar 629,44 persen hingga dibuka pada angka 1.100 yuan (sekitar 2,9 juta rupiah).
Menurut prospektusnya, perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini menawarkan sekitar 40,45 juta lembar saham dengan harga masing-masing 150,8 yuan (sekitar 399 ribu rupiah), yang mencerminkan rasio harga terhadap laba (price-to-earnings ratio) sebesar 219,23 kali.
Unitree menyatakan bahwa dana yang diperoleh akan digunakan untuk pengembangan model robot cerdas, penelitian dan pengembangan (R&D) perangkat keras robot, pengembangan produk baru, serta pembangunan fasilitas manufaktur, seiring langkah perusahaan beralih dari sekadar manufaktur robot menuju pembangunan ekosistem yang lebih luas bagi robot serbaguna berkinerja tinggi.
Pencatatan saham Unitree ini terjadi di tengah meningkatnya pamor sektor robotika Tiongkok di kancah global. Menurut Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, perusahaan-perusahaan Tiongkok menguasai hampir 70 persen penjualan robot berkaki empat (quadruped) secara global pada paruh pertama tahun 2026.
Prakiraan pasar menunjukkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan. Menurut perusahaan riset pasar International Data Corporation, pengiriman robot humanoid global diproyeksikan melampaui 510.000 unit pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) sekitar 95 persen.
Didirikan pada tahun 2016, Unitree telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan robotika terkemuka di Tiongkok yang berspesialisasi dalam pengembangan robot berkaki empat dan robot humanoid, serta menggunakan komponen inti yang dikembangkan sendiri sepenuhnya, termasuk motor, reducer, pengendali (controller), dan LiDAR.
Berdasarkan laporan riset pasar robot humanoid tahun 2025, pengiriman robot humanoid perusahaan ini melampaui 5.500 unit pada tahun 2025, menempatkannya di peringkat pertama secara global dengan pangsa pasar dunia sebesar 32,4 persen.
Berkat perluasan skenario aplikasi hilir untuk robot humanoid yang terus berjalan serta permintaan pasar yang stabil, perusahaan mencatatkan pendapatan sekitar 1,15 miliar yuan (sekitar 3 triliun rupiah) pada paruh pertama tahun 2026, meningkat 48,54 persen secara tahunan.