Beijing, Bharata Online - Tiongkok mencatat pertumbuhan impor dan ekspor dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) selama sepuluh kuartal berturut-turut, menurut data kuartal kedua tahun ini dari Administrasi Umum Bea Cukai atau General Administration of Customs (GAC) yang dirilis pada hari Selasa (14/7).

Menurut GAC, perdagangan Tiongkok dengan ASEAN telah mencapai 4,34 triliun yuan (sekitar 11.574 triliun rupiah) pada semester pertama tahun 2026, menandai peningkatan 18,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Pada semester pertama tahun ini, impor dan ekspor Tiongkok dengan ASEAN mencapai 4,34 triliun yuan (sekitar 11.574 triliun rupiah), naik 18,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total tersebut, impor dan ekspor pada kuartal kedua mencapai 2,37 triliun yuan (sekitar 6.320 triliun rupiah) yang mewakili pertumbuhan tahunan sebesar 20,2 persen dan menandai pertumbuhan selama 10 kuartal berturut-turut," ujar Lyu Daliang, Juru Bicara Biro Bea Cukai, dalam konferensi pers di Beijing.

"Tiongkok dan ASEAN terus memperkuat konektivitas infrastruktur. Pada semester pertama tahun ini, impor dan ekspor Tiongkok dengan ASEAN melalui koridor darat-laut barat yang baru tumbuh sebesar 18,2 persen, dengan transportasi kereta api dan jalan raya meningkat masing-masing sebesar 24,7 persen dan 17,5 persen," kata Lyu.

Didirikan pada tahun 1967, ASEAN terdiri dari Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor-Leste.