Swiss, Bharata Online - Para pengamat dari Tiongkok dan Swiss memperkirakan bahwa peningkatan Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) antara kedua negara akan memberikan manfaat bagi lebih banyak sektor industri, menyusul pengumuman bersama mengenai penyelesaian putaran negosiasi terakhir di Bern pada tanggal 20 Agustus 2026.
Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Wentao, dan Guy Parmelin, Presiden Konfederasi Swiss sekaligus Kepala Departemen Federal Urusan Ekonomi, Pendidikan, dan Penelitian, bersama-sama mengumumkan penyelesaian negosiasi tersebut dan menandatangani nota kesepahaman di ibu kota Swiss pada tanggal 20 Agustus 2026.
Wang menyatakan bahwa Tiongkok dan Swiss memulai negosiasi untuk meningkatkan FTA pada bulan September 2024 dan berhasil merampungkan negosiasi tersebut setelah lima putaran konsultasi berkat upaya bersama.
Menurutnya, kedua belah pihak telah berkomitmen untuk membuka akses pasar dua arah pada tingkat yang lebih tinggi di berbagai bidang—termasuk barang, jasa, investasi, dan regulasi—yang akan menciptakan peluang baru bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral.
Parmelin mengatakan bahwa keberhasilan peningkatan perjanjian ini menandai tonggak sejarah penting lainnya dalam pengembangan hubungan bilateral serta akan menyediakan kerangka kerja kelembagaan yang lebih stabil, transparan, dan dapat diprediksi bagi pengembangan bisnis jangka panjang di kedua negara.
Para pengamat memperkirakan bahwa FTA yang telah ditingkatkan ini akan menguntungkan lebih banyak industri di Swiss dan Tiongkok, dengan beberapa sektor kemungkinan akan mengalami peningkatan yang sangat signifikan.
"Perubahan dalam perjanjian kami ini membawa kemajuan dan peningkatan besar bagi banyak perusahaan kami di berbagai sektor. Saat ini, perdagangan kita secara keseluruhan sangatlah penting, namun yang menarik perhatian saya adalah bahwa pada sektor-sektor tertentu, perdagangan ini memiliki arti yang sangat vital bagi kedua negara," ujar Jean-Jacques de Dardel, Mantan Duta Besar Swiss untuk Tiongkok.
Seorang Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Kamis (27/8) mengatakan bahwa dalam hal perdagangan barang, porsi impor yang dikenakan tarif nol persen akan melampaui 99 persen bagi kedua negara di bawah FTA yang telah ditingkatkan tersebut.
"(Untuk) beberapa sektor, perubahannya cukup besar. Sebagai contoh, produk jam tangan. Dalam FTA yang berlaku saat ini, hanya 1 persen produk jam tangan yang menikmati (fasilitas) bebas bea masuk. Namun, dengan adanya FTA baru atau FTA yang telah dioptimalkan ini, angkanya akan mencapai 100 persen. Artinya, seluruh produk jam tangan akan menikmati (fasilitas) bebas bea masuk," kata Meng Ling, Mitra di China Integrated Co., Ltd.