Beijing, Bharata Online - Impor Tiongkok dari Afrika melonjak 23,5 persen secara tahunan hingga mencapai 193,8 miliar yuan (sekitar 515 triliun rupiah) pada bulan Mei dan Juni 2026 setelah kebijakan tarif nol diberlakukan, kata Administrasi Umum Bea Cukai atau General Administration of Customs (GAC) pada hari Selasa (14/7).
Mulai 1 Mei 2026, Tiongkok telah memperluas kebijakan tarif nolnya untuk mencakup seluruh 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik dengannya. Negara ini telah menghapus tarif pada 100 persen lini tarif untuk 33 negara kurang berkembang atau least developed countries (LDC) di Afrika sejak 1 Desember 2024.
Wakil Kepala Bea Cukai, Wang Jun, mengatakan kebijakan tarif nol Tiongkok telah mendorong pertumbuhan impor barang-barang Afrika dua digit dan meningkatkan ekspor produk mekanik dan listrik.
"Impor produk perikanan dan bahan baku tekstil Tiongkok dari Afrika sama-sama mencatat pertumbuhan dua digit dari tahun ke tahun. Impor buah-buahan khusus termasuk alpukat, apel, jeruk, dan jeruk bali masing-masing meningkat sebesar 130 persen, 89,6 persen, 27,9 persen, dan 11,9 persen. Pada paruh pertama tahun 2026, ekspor produk mekanik dan listrik Tiongkok ke Afrika naik 28,8 persen. Di antaranya, ekspor produk fotovoltaik, peralatan transmisi dan transformasi daya, peralatan mekanik umum, dan suku cadang otomotif ke Afrika semuanya mempertahankan momentum pertumbuhan yang baik," ujarnya.