Bishkek, Bharata Online - Sekretaris Negara Kirgistan, Arslan Koichiev, menegaskan komitmen teguh Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) terhadap kesetaraan dan pembangunan konsensus, seraya mencatat keselarasan yang kuat dengan visi Tiongkok mengenai pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.
Menjelang KTT SCO 2026, yang akan diselenggarakan di ibu kota Kirgistan, Bishkek, pada hari Senin (31/8) hingga Selasa (1/9), Koichiev menyoroti kesesuaian mendalam antara prinsip kesetaraan SCO dan visi Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengenai masa depan bersama.
Berbicara dalam sebuah acara menjelang KTT tahun ini, yang secara signifikan menandai peringatan 25 tahun berdirinya organisasi tersebut, Koichiev mencatat bahwa keragaman negara-negara anggota dalam platform SCO merupakan salah satu kekuatan utamanya.
"Sejak didirikan, SCO telah berkembang menjadi organisasi yang berpengaruh secara global. Negara-negara anggotanya sangat beragam dalam hal ukuran, mulai dari negara-negara besar seperti Tiongkok, India, dan Rusia hingga negara-negara yang lebih kecil dengan kekuatan ekonomi dan komprehensif yang lebih terbatas. Terlepas dari perbedaan-perbedaan ini, SCO secara teguh menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dan menyelesaikan berbagai masalah melalui konsultasi. Ini adalah elemen inti dari 'Semangat Shanghai'. Saya meyakini bahwa visi penting Presiden Tiongkok Xi Jinping mengenai komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia secara jelas mengungkapkan pandangan bahwa terlepas dari perbedaan sistem politik, budaya, dan latar belakang etnis, seluruh umat manusia berbagi nasib yang sama," ujar Koichiev.
Mengusung tema "25 Tahun SCO: Bersama Menuju Perdamaian, Pembangunan, dan Kemakmuran yang Berkelanjutan", KTT SCO tahun ini diperkirakan akan mempertemukan para pemimpin dari lebih dari 20 negara di ibu kota Kirgistan.