Bishkek, Bharata Online - Para pejabat di Bishkek menyatakan bahwa Kirgistan dan Tiongkok akan meningkatkan kerja sama pragmatis seiring dengan kunjungan kenegaraan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, yang menghasilkan lebih banyak kesepakatan mengenai kerja sama bilateral.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, tiba di Bishkek pada hari Minggu (30/8) untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Kirgistan sekaligus menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) 2026.

Para pemimpin kedua negara mengadakan pembicaraan pada hari Senin dan menghadiri upacara penandatanganan dokumen kerja sama bilateral di berbagai bidang seperti investasi, transportasi, kepabeanan, dan hubungan kota kembar.

Dalam sambutan pembuka saat bertemu dengan Presiden Kirgistan, Sadyr Japarov, Xi menyatakan bahwa Tiongkok siap bekerja sama dengan Kirgistan untuk menyelaraskan strategi pembangunan, memperdalam pertukaran pengalaman tata kelola pemerintahan, menghasilkan lebih banyak capaian nyata dan dapat dirasakan manfaatnya dari kerja sama praktis, serta mencapai kemajuan substantif dalam membangun komunitas Tiongkok-Kirgistan dengan masa depan bersama.

Japarov mengatakan bahwa seiring dengan pesatnya perkembangan kemitraan strategis yang komprehensif Kirgistan-Tiongkok untuk era baru, hubungan bilateral kedua negara telah memasuki masa keemasan dan mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah.

"Kami memiliki sejumlah proyek kerja sama dengan Tiongkok. Sebagai contoh, kami akan membangun pembangkit listrik tenaga sampah di Bishkek. Investasi untuk Tahap I mencapai 95 juta dolar AS (sekitar 1,68 triliun rupiah), dan investasi untuk Tahap II akan mencapai 230 juta dolar AS (sekitar 4 triliun rupiah)," ujar Aibek Dzhunushaliev, Wali Kota Bishkek.

"Hari ini kami menandatangani Memorandum Kerja Sama dengan China Media Group. Tahun lalu kami memproduksi tiga film dokumenter yang telah ditayangkan, yang memberikan peluang lebih besar bagi kami untuk menjangkau pemirsa di Tiongkok. Saat ini kami sedang menggarap program khusus yang berfokus pada Tiongkok, mencakup ekonomi, pertanian, serta produksi film dan televisi negara tersebut, dan program ini akan segera tayang," kata Ulanbek Satiev, Direktur Jenderal Perusahaan Penyiaran Televisi dan Radio Nasional Kirgistan.