Guangzhou, Bharata Online - Pameran Usaha Kecil dan Menengah Internasional Tiongkok atau China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) ke-21 berakhir pada hari Minggu (6/9) di Guangzhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan, dengan menyediakan wadah khusus bagi para peserta dari ekonomi anggota APEC untuk menjajaki inovasi dan kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI).
Acara ini diselenggarakan bersamaan dengan Pertemuan Tingkat Menteri APEC untuk Usaha Kecil dan Menengah ke-32 yang baru saja usai.
Pameran tahun ini menarik lebih dari 2.000 perusahaan dari 43 negara dan wilayah yang memamerkan pencapaian inovatif terbaru mereka di lebih dari 3.700 stan di lokasi acara. Produk yang dipamerkan mencakup berbagai sektor mutakhir, termasuk kecerdasan buatan (AI), energi baru, material baru, dan biomedis.
Paviliun internasional menghadirkan 510 perusahaan dari 43 negara, wilayah, dan organisasi internasional, serta untuk pertama kalinya menampilkan area pameran khusus bagi ekonomi anggota APEC. Banyak peserta pameran memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari mitra untuk mendorong transformasi digital dan cerdas.
"Kami telah menghadiri berbagai pameran di seluruh Tiongkok, dan kami sering berdiskusi dengan pihak-pihak yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI) dan robotika mengenai bagaimana kami dapat berintegrasi dengan mereka. Misalnya, kami bisa memasang sensor pada bantalan kursi kami. Dengan demikian, AI dapat menggerakkan motor elektronik kecil pada kursi untuk mengubah bentuknya, sehingga postur tubuh pengguna menjadi lebih baik," ujar Brian Jamieson, Presiden dan CEO Vigurus Technologies Inc., sebuah perusahaan asal Toronto, Kanada.
Seorang peserta pameran asal Rusia menyoroti minat perusahaannya untuk menjalin kemitraan dalam ajang tersebut.
"Ada banyak perusahaan, baik besar maupun kecil, yang memproduksi solusi AI. Kami menemukan banyak perusahaan yang ingin bekerja sama dengan kami. Oleh karena itu, kami kini akan membuat program baru yang dapat mendeteksi kebakaran sejak awal kemunculannya, sehingga orang-orang bisa mendapatkan notifikasi langsung di ponsel mereka," kata seorang manajer proyek dari AFES, sebuah perusahaan asal Rusia.
Peserta pameran dari Tiongkok menyoroti penerapan AI tingkat lanjut dalam pameran tersebut, dengan menampilkan bagaimana embodied intelligence (kecerdasan yang terintegrasi dalam sistem fisik) diterapkan di lingkungan industri.
"Fleksibilitas, presisi, dan keseluruhan tugas yang melibatkan rangkaian langkah panjang—semua ini merupakan tantangan berat yang harus diatasi dalam bidang AI yang terwujud secara fisik (embodied AI). Dalam skenario penerapan nyata saat ini, kami berfokus pada lingkungan industri yang berkaitan dengan perakitan dan pemasangan rangkaian kabel (wiring harness) otomotif. Sebelumnya, kami telah mencetak Rekor Dunia Guinness untuk perakitan rangkaian kabel terbanyak, yakni lebih dari 100 unit dalam waktu satu jam. Teknologi ini dapat diintegrasikan ke dalam berbagai skenario industri bagi perusahaan kecil dan menengah, serta membantu mereka mewujudkan transformasi digital dan transformasi berbasis AI di masa depan," ujar Cui Dacheng, Manajer Pemasaran Merek TARS atau Tashi Zhihang Technology Co., Ltd. yang berbasis di Shanghai.
Mengusung tema "AI Memberdayakan UKM", pameran edisi kali ini berlangsung selama empat hari dan memberikan fokus utama pada bagaimana AI mempercepat transformasi di kalangan usaha kecil dan menengah.