Beijing, Bharata Online - World Humanoid Robot Games (Kompetisi Robot Humanoid Dunia) yang kedua resmi berakhir di National Speed Skating Oval, Beijing, pada hari Rabu (26/8), setelah lebih dari 2.000 robot, yang dikembangkan oleh lebih dari 600 tim dari 16 negara dan wilayah, berkompetisi dalam 51 nomor pertandingan.
Ajang yang berlangsung selama lima hari itu telah memperlihatkan potensi luar biasa dari sektor robotika.
Dalam nomor lari cepat 100 meter yang sangat dinanti-nantikan, robot humanoid Tien Kung Ultra asal Tiongkok mencatatkan waktu 9,39 detik saat mencapai garis finis, memecahkan rekor dunia lari 100 meter putra (9,58 detik) yang sebelumnya dipegang oleh pelari cepat Jamaika, Usain Bolt, selama 17 tahun.
Selain berbagai tantangan olahraga mulai dari sepak bola hingga atletik, kompetisi ini juga menghadirkan 21 lomba berbasis skenario yang mencakup berbagai situasi dunia nyata, mulai dari pabrik dan logistik hingga sektor jasa.
Robot-robot yang ditampilkan dalam ajang ini juga menunjukkan peningkatan kemampuan yang signifikan. Kompetisi berbasis skenario menguji keterampilan dunia nyata, seperti pekerjaan rumah tangga, penyelamatan darurat, dan perakitan industri, guna menguji kemampuan robot dalam hal persepsi, pengambilan keputusan, dan pengoperasian secara mandiri.
"Kompetisi kami mencakup beragam lomba berbasis skenario yang mereplikasi kondisi kehidupan nyata. Ajang ini juga bertujuan membuka jalan bagi integrasi robot ke dalam sektor manufaktur dan kehidupan sehari-hari di masa depan," ujar Ma Yunfei, Direktur Divisi Industri Manufaktur Cerdas dan Peralatan pada Biro Ekonomi dan Teknologi Informasi Kota Beijing.