Beijing, Bharata Online - Indeks manajer pembelian atau purchasing managers' index (PMI) untuk sektor nonmanufaktur Tiongkok tercatat sebesar 49 pada bulan Agustus 2026, tidak berubah dari angka bulan sebelumnya, menurut data resmi yang dirilis bersama oleh Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) dan Federasi Logistik dan Pembelian Tiongkok (China Federation of Logistics and Purchasing/CFLP) pada hari Senin (31/8).

Sebagai indikator tren makroekonomi, angka PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 menandakan kontraksi.

Subindeks untuk aktivitas bisnis di sektor jasa, seperti perjalanan, akomodasi dan katering, serta konsumsi daring, berada di angka 49,3 pada bulan Agustus 2026. Menurut NBS, angka ini juga tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.

Indeks untuk transportasi kereta api dan transportasi udara keduanya tercatat di atas 52 persen, yang menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk bepergian selama musim liburan.

Didorong oleh musim konsumsi pada musim panas, aktivitas konsumsi daring juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Indeks aktivitas bisnis untuk layanan pos meningkat selama tiga bulan berturut-turut secara bulanan, mencapai angka di atas 60 persen pada bulan Agustus dan mencatatkan rekor tertinggi tahun ini.

Berdasarkan sektor, indeks aktivitas bisnis untuk telekomunikasi, penyiaran, layanan transmisi televisi dan satelit, serta layanan internet, perangkat lunak, dan teknologi informasi, semuanya tetap berada di atas angka 55, yang menunjukkan pertumbuhan kuat dalam volume bisnis.

"Dari sisi ekspektasi pasar, indeks ekspektasi aktivitas bisnis jasa tetap berada di atas 55 persen, yang menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di sektor jasa tetap optimistis terhadap prospek pasar dalam waktu dekat," ujar Kepala Ahli Statistik NBS, Huo Lihui.

Data tersebut juga mengungkapkan bahwa subindeks aktivitas bisnis di sektor konstruksi turun 0,1 poin persentase menjadi 46,9 pada bulan Agustus 2026. Huo mengatakan bahwa aktivitas konstruksi melambat di beberapa wilayah akibat cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat dan angin topan. Indeks ekspektasi bisnis untuk sektor konstruksi tetap stabil di angka 51,8.

Indeks aktivitas bisnis untuk sektor teknik sipil dan konstruksi naik hampir 2 poin persentase dari bulan sebelumnya, mencapai angka di atas 52 persen. Meningkatnya aktivitas infrastruktur diharapkan menjadi pilar penting dalam menstabilkan pertumbuhan pada kuartal keempat.

"Untuk kuartal keempat, kebijakan yang telah diadopsi akan diterapkan dengan lebih cepat, dan kebijakan baru akan menyusul pada waktunya. Momentum pertumbuhan yang didorong oleh pasar juga diperkirakan akan meningkat. Ekonomi Tiongkok memiliki kondisi yang mendukung untuk mempertahankan pembangunan yang stabil dan sehat," ujar He Hui, Wakil Presiden Federasi Logistik dan Pembelian Tiongkok.