Ismailia, Bharata Online - Ekspor stroberi beku berkualitas tinggi dari Mesir ke Tiongkok melonjak dalam beberapa bulan terakhir, setelah Tiongkok menerapkan kebijakan bebas bea masuk bagi mitra-mitra Afrika-nya pada bulan Mei lalu. Kebijakan ini menurunkan biaya akses pasar dan membuka jalan bagi lebih banyak buah berkualitas untuk menjangkau konsumen Tiongkok.

Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 1 Mei 2026, saat Tiongkok memperluas cakupan bebas bea masuk hingga mencakup seluruh 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik dengannya, sebuah langkah yang menciptakan peluang baru bagi Afrika untuk meningkatkan ekspor sekaligus melawan arus proteksionisme global.

Mesir merupakan eksportir stroberi beku terbesar di dunia, dengan volume pengiriman ke luar negeri mencapai lebih dari setengah juta ton pada tahun lalu, dan kini Tiongkok menjadi pasar dengan pertumbuhan tercepat bagi produk tersebut.

Kota Ismailia dikenal karena cuacanya yang cerah dan tanah berpasirnya, menjadikannya lahan yang ideal bagi petani stroberi yang ingin menghasilkan buah dengan kualitas dan cita rasa unggul.

"Kami menanam buah ini pada bulan Oktober atau September saat kondisi cuaca mendukung untuk menghasilkan kualitas, tekstur serat, dan cita rasa yang lebih baik dibandingkan negara lain. Tanah berpasir memberikan sirkulasi udara yang baik, yang sangat penting untuk menghasilkan stroberi berkualitas," ujar Mostafa Derb, CEO El Heba for Agricultural Production, sebuah perusahaan agribisnis terkemuka asal Mesir yang bergerak di bidang ekspor buah.

Setelah dipanen, stroberi segera didinginkan dan dicuci secara cermat untuk mencegah pembusukan.

"Jangka waktu produksi stroberi sangatlah krusial. Prosesnya harus cepat agar buah tidak cepat rusak. Kami menyortir stroberi, membersihkannya dari kotoran tanah, lalu melakukan dua tahap pembersihan dan penyortiran ulang sebelum memasukkannya ke dalam mesin IQF (Individual Quick Freezing atau pembekuan cepat secara individual)," kata Mohamed Elbatal, Manajer Umum perusahaan tersebut.

Setelah dibekukan secara cepat dan individual pada suhu hingga minus 40 derajat Celsius, buah stroberi dikemas dalam karton yang tertutup rapat dan dikirim menggunakan kontainer berpendingin untuk menjaga struktur, cita rasa, dan daya simpannya.

Setibanya di pabrik pengolahan di Linyi, Provinsi Shandong (Tiongkok Timur), stroberi tersebut disortir, dicairkan, dipotong, dan dikeringkan menggunakan metode vacuum freeze-drying (pengeringan beku vakum). Setiap bulannya, pabrik ini mengimpor rata-rata 2.500 ton stroberi beku dari Mesir, yang kemudian diekspor kembali ke lebih dari 30 negara dan wilayah setelah melalui proses pengolahan lebih lanjut.

"Kualitas stroberi Mesir memenuhi standar ekspor kami dan memiliki keunggulan dari segi harga," ujar Wu Hao, Direktur Pemasaran Linyi Chengfa Wonderful Freeze-Dried (FD) Technologies.

Kebijakan bebas bea masuk telah membuahkan hasil nyata, memangkas biaya secara signifikan dan mendorong pertumbuhan bisnis.

"Jika kami membeli stroberi Mesir sebelum tanggal 1 Mei dan menjualnya di pasar domestik, kami harus membayar bea masuk tambahan sebesar 30 persen. Anda bisa menghitungnya sendiri. Ini merupakan penghematan besar bagi kami saat ini," kata Wu.

Menyadari potensi pasar yang sangat besar, lembaga-lembaga pemerintah di Mesir telah berupaya ekstra untuk memastikan para pemasok mematuhi standar keamanan pangan dan kualitas Tiongkok.

"Kami menerapkan langkah-langkah ketat terhadap semua produsen. Inspeksi kami dimulai sejak tahap budidaya, dilanjutkan dengan penyortiran, pengemasan, dan pemeriksaan akhir di pelabuhan sebelum pemuatan barang," kata Mohamed El Manasi, Direktur Administrasi Pusat Karantina Tanaman Mesir.

Antara bulan Mei dan Juli 2026, Linyi mengimpor 21.000 ton stroberi beku dari Mesir, meningkat lebih dari 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bea Cukai Linyi juga telah membuka jalur hijau untuk mempercepat proses izin masuk bagi produk rantai dingin (cold-chain) yang memiliki masa simpan singkat, guna memastikan kelancaran transportasi barang-barang beku tersebut.

"Kami telah membuka jalur prioritas bagi mereka. Pabrik dapat melakukan pemesanan jadwal terlebih dahulu. Begitu barang tiba, kami akan datang untuk melakukan pemeriksaan," ujar Wang Yaming, Wakil Kepala Seksi di Kantor Bea Cukai Linyi.

Stroberi beku hanyalah salah satu contoh. Lebih banyak buah-buahan berkualitas dari Mesir, seperti jeruk dan mangga, diperkirakan akan menyusul, menjadikan kebijakan bebas bea masuk ini sebagai keuntungan besar bagi kedua negara.

Hubungan antara Tiongkok dan Mesir menjadi sorotan pekan ini seiring kedatangan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, di Kairo pada Selasa (1/9) malam untuk melakukan kunjungan kenegaraan atas undangan Presiden Abdel Fattah El-Sisi.

Kunjungan ini menandai perjalanan pertama Xi ke Mesir dalam satu dekade terakhir dan bertepatan dengan peringatan 70 tahun pembentukan hubungan diplomatik bilateral antara kedua belah pihak.