Beijing, Bharata Online - Menurut data resmi dan analisis para ahli, layanan kereta api ekspres Tiongkok-Eropa telah melengkapi jalur pengiriman tradisional dan memberikan manfaat nyata bagi negara-negara yang dilaluinya selama 10 tahun terakhir.

Layanan ekspres ini telah berkembang menjadi salah satu jalur perdagangan darat paling aktif dalam satu dekade terakhir, menghubungkan Tiongkok dengan 236 kota di 26 negara Eropa, dengan jumlah perjalanan tahunan yang meningkat hingga 10,8 kali lipat.

Dalam upaya meningkatkan kerja sama Sabuk dan Jalan, layanan kereta api lintas batas yang sebelumnya terpisah-pisah antara berbagai kota di Tiongkok dan Eropa disatukan di bawah satu merek: China-Europe Railway Express (Kereta Api Ekspres Tiongkok-Eropa) pada bulan Juni 2016.

Hingga 9 Mei 2026, layanan ekspres ini telah mencatatkan 130.000 perjalanan dengan total nilai kargo melebihi 520 miliar dolar AS (sekitar 9.269 triliun rupiah).

Produk peralatan rumah tangga dan kendaraan energi baru asal Tiongkok dikirim melalui jalur kereta api ke pasar luar negeri, sementara peralatan presisi dan produk pertanian Eropa didatangkan ke Tiongkok—bersama dengan mineral dan biji-bijian dari Asia Tengah.

Arus barang dua arah ini menciptakan hubungan yang lebih kuat antara produsen dan konsumen serta memperdalam kerja sama perdagangan dan industri di seluruh wilayah Eurasia.

"Negara-negara Eropa juga memperoleh manfaat signifikan dari layanan kereta api ekspres Tiongkok-Eropa yang dipelopori oleh Tiongkok. Tiongkok mampu memproduksi banyak barang berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, dan negara-negara lain dapat mengambil manfaat dari hal ini," ujar Duan Demin, Wakil Dekan Institut Humaniora dan Ilmu Sosial di Universitas Peking.

Dengan jangkauan yang luas, jadwal yang dapat diandalkan, dan gangguan eksternal yang relatif minim, layanan kereta api ekspres Tiongkok-Eropa menawarkan pilihan alternatif bagi dunia usaha selain jalur pelayaran tradisional.

"Setiap kali jalur pelayaran laut antara Asia dan Eropa terganggu, atau rantai pasokan internasional mengalami tekanan, layanan kereta api ekspres Tiongkok-Eropa hadir sebagai solusi transportasi penting bagi perusahaan domestik maupun luar negeri. Selain itu, layanan ini juga berhasil membuka rute-rute baru, seperti jalur transportasi internasional lintas-Kaspia yang melewati Turki menuju Eropa," kata Liang Linchong, Direktur Jenderal Departemen Pembukaan Wilayah pada Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional.