Beijing, Bharata Online - Menurut Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Jumat (11/9), negara-negara BRICS telah menghasilkan lebih dari 60 dokumen kesepakatan, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya mendorong pertumbuhan ekonomi global serta membentuk tatanan perdagangan internasional yang adil dan terbuka.
BRICS memiliki 11 negara anggota dan 10 negara mitra, yang mencakup hampir separuh populasi dunia, sekitar 30 persen dari PDB global, dan seperlima dari perdagangan dunia.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa Tiongkok sangat mementingkan kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara BRICS, dengan mekanisme kerja sama ekonomi dan perdagangan kini menjadi pilar utama kolaborasi blok tersebut.
Hingga saat ini, BRICS telah menyelenggarakan 16 Pertemuan Menteri Perdagangan yang menghasilkan berbagai capaian kerja sama terkait isu-isu seperti fasilitasi perdagangan dan investasi, dukungan terhadap sistem perdagangan multilateral, kerja sama standardisasi, rantai pasok, ekonomi digital, dan pembangunan hijau.
Menurut kementerian tersebut, upaya-upaya itu telah menghasilkan lebih dari 60 dokumen kesepakatan yang berkontribusi signifikan terhadap stabilitas ekonomi global dan terciptanya lingkungan perdagangan internasional yang adil.
Pertemuan Menteri Perdagangan BRICS ke-16 diselenggarakan pada bulan Agustus 2026 di Jaipur, India. Semua pihak sepakat untuk menjaga sistem perdagangan multilateral, mendorong integrasi ekonomi dan perdagangan antarnegara BRICS, serta memperdalam kerja sama dan meningkatkan rasa saling percaya di berbagai bidang seperti rantai nilai global, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perdagangan jasa digital lintas batas.
KTT BRICS ke-18 akan diselenggarakan di New Delhi, India, pada tanggal 12 hingga 13 September 2026.