Beijing, Bharata Online - Entitas luar negeri saat ini memegang aset keuangan dalam denominasi renminbi (RMB) di pasar domestik (onshore) senilai lebih dari 11 triliun yuan (sekitar 28.884 triliun rupiah), demikian disampaikan oleh Lu Lei, Deputi Gubernur People's Bank of China (PBOC), bank sentral Tiongkok, pada hari Kamis (10/9).

Dalam konferensi pers di Beijing, Lu mengatakan bahwa daya tarik global aset berdenominasi RMB telah meningkat berkat pembukaan pasar keuangan negara tersebut yang dilakukan secara bertahap dan konsisten.

"Saat ini, statistik menunjukkan bahwa entitas luar negeri memegang aset keuangan berdenominasi RMB di Tiongkok dengan nilai lebih dari 11 triliun yuan (sekitar 28.884 triliun rupiah). Bank sentral atau otoritas moneter di lebih dari 80 negara dan wilayah telah memasukkan renminbi ke dalam cadangan devisa mereka, serta akumulasi penerbitan obligasi panda telah melampaui 1,3 triliun yuan (sekitar 3.413 triliun rupiah), dengan penerbit yang berasal dari 26 negara dan wilayah di lima benua," ujarnya.