Beijing, Bharata Online - Norwegia, negara tamu kehormatan pada ajang China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2026 yang resmi dibuka hari Rabu (9/9) di Beijing, berupaya memperluas perdagangan jasanya dengan Tiongkok di berbagai bidang, mulai dari suplemen kesehatan hingga energi bersih dan furnitur Skandinavia.
Paviliun nasional Norwegia di pameran tersebut memiliki luas sekitar 260 meter persegi, dan berlokasi di Shougang Park, Beijing, tempat delegasi Norwegia memamerkan produk-produk unggulan nasionalnya.
Henning Kristoffersen, Atase Komersial di Kedutaan Besar Norwegia untuk Tiongkok, menyoroti produk suplemen nutrisi dan kesehatan Norwegia sebagai produk yang diprediksi akan diminati dalam pameran tersebut.
"Saya rasa saya akan menyoroti produk suplemen nutrisi dan kesehatan kami. Perusahaan ini mendasarkan produk suplemen nutrisi omega-3 mereka pada krill. Anda tahu masyarakat Tiongkok sangat peduli dengan kesehatan mereka dan sangat selektif terhadap apa yang mereka minum dan makan. Mereka juga sangat memperhatikan kualitas. Jadi, inilah hal yang benar-benar dihadirkan Norwegia ke pasar Tiongkok," ujarnya.
Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Norwegia di Asia, dan perdagangan jasa sedang mengalami lonjakan, dengan peningkatan lebih dari 17 persen pada paruh pertama tahun 2026. Perusahaan-perusahaan Norwegia tengah menjajaki peluang untuk mengambil manfaat dari pertumbuhan tersebut. Kristoffersen mengatakan bahwa ekspor jasa Norwegia ke Tiongkok telah berkembang selama beberapa tahun terakhir dan kemungkinan besar akan terus berlanjut.
"Menurut saya, perkembangan sektor jasa di Tiongkok akan terus meningkat. Ekspor jasa Norwegia ke Tiongkok pun sudah tumbuh selama beberapa tahun terakhir. Jadi, saya rasa tren ini akan terus berkembang. Kami melihat potensi pertumbuhan yang sangat besar di sektor jasa Tiongkok, serta peluang bagi perusahaan-perusahaan Norwegia untuk turut serta di dalamnya," kata Kristoffersen.
Kristoffersen menambahkan bahwa CIFTIS merupakan wadah untuk kegiatan bisnis yang nyata, bukan sekadar ajang promosi.
"Kami hadir di CIFTIS untuk menciptakan peluang bisnis yang nyata, dan inilah wadah untuk mewujudkannya; setelah itu, kami melakukan upaya ekstensif untuk menindaklanjutinya, bukan? Jadi, ini benar-benar soal bisnis yang konkret. Anda tentu melihat perkembangan Tiongkok saat ini; sebagai pihak asing, kami merasa sangat antusias, terutama melihat kemajuan di bidang AI dan teknologi tinggi. Di satu sisi, perkembangan teknologi tinggi di Tiongkok ini jelas menghadirkan peluang, namun di sisi lain, persaingan di pasar Tiongkok juga semakin ketat. Selain itu, kita semua bertanya-tanya ke mana arah perkembangan AI iniādan hal ini tidak hanya terjadi di Tiongkok, tetapi juga di AS dan Eropa. Semua orang bertanya-tanya karena perkembangannya begitu pesat. Jadi, akan berakhir di mana semua ini? Menurut saya, ada banyak peluang, sekaligus banyak hal yang membuat kita takjub dan tercengang," jelas Kristoffersen.