Kathmandu, Bharata Online - Gelombang kedua bantuan kemanusiaan darurat dari pemerintah Tiongkok untuk Nepal yang dilanda bencana tiba di ibu kota Kathmandu pada Selasa (1/9) sore, di tengah operasi penyelamatan dan bantuan intensif pascalongsor lumpur mematikan pekan lalu di perbatasan Tiongkok-Nepal.
Bantuan seberat total 5,8 ton tersebut diangkut menggunakan pesawat angkut Y-20 milik Tiongkok dan tiba di Bandara Internasional Tribhuvan. Barang-barang bantuan itu mencakup drone serta peralatan penjernihan air, penerangan, dan tes genetik, yang diterbangkan dari Bandara Internasional Shenzhen Bao'an di Tiongkok Selatan pada Selasa (1/9) siang.
Misi ini juga membawa lima ahli identifikasi DNA asal Tiongkok ke Nepal. Mereka akan menuju lokasi terdampak untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung, mengingat ribuan orang dikhawatirkan masih hilang.
Seorang petugas bandara menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan penting yang disumbangkan oleh Tiongkok tersebut.
"Kami sangat senang menerima bantuan dari Tiongkok di saat negara kami sedang menghadapi krisis. Kami yakin bantuan ini akan memberikan dukungan yang sangat berarti bagi kami," ujar Staf Bandara Internasional Tribhuvan.
Sebelumnya, Tiongkok telah mengirimkan gelombang pertama bantuan serta empat ahli penyelamatan ke Kathmandu untuk membantu upaya penanggulangan bencana. Pengiriman awal yang tiba di Nepal pada hari Minggu itu mencakup tenda, selimut, kantong tidur, biskuit padat (hardtack), dan perlengkapan darurat.
Otoritas Nepal pada hari Selasa (1/9) menyatakan bahwa jumlah korban tewas akibat longsor lumpur dahsyat, yang dipicu oleh runtuhnya gletser di ketinggian tinggi di sisi perbatasan wilayah Nepal, telah meningkat menjadi 1.010 jiwa, sementara 4.599 orang lainnya masih dinyatakan hilang.