Pakistan, Bharata Online - Para jurnalis dari negara-negara mitra Belt and Road Initiative (BRI), yang telah menyaksikan secara langsung bagaimana inisiatif gagasan Tiongkok ini mendorong pembangunan selama satu dekade terakhir, menyampaikan harapan mereka terkait masa depan inisiatif tersebut dalam wawancara baru-baru ini dengan China Global Television Network (CGTN).
Hari Senin (17/8) menandai peringatan 10 tahun Simposium pertama tentang Memajukan Pembangunan Belt and Road Initiative yang diselenggarakan di Tiongkok. Selama satu dekade terakhir, empat simposium tingkat nasional yang digelar secara berturut-turut telah menetapkan prioritas strategis yang bertahap, yang memandu BRI bertransformasi dari sebuah visi ambisius menjadi kerangka kerja kerja sama global yang matang dan berbasis kelembagaan.
Dua jurnalis, yang berasal dari Pakistan dan Sierra Leone, membahas tantangan yang dihadapi negara mereka serta peran yang dapat dimainkan BRI dalam membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan.
"Pakistan dan Tiongkok telah lama menjadi mitra strategis dan ekonomi selama beberapa dekade, dan posisi geostrategis Pakistan menjadikannya pemain yang sangat penting dalam BRI. Pakistan dan Tiongkok telah banyak bekerja sama di berbagai sektor melalui CPEC (Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan). Namun pada tahap saat ini, sama seperti negara-negara lain di belahan dunia Selatan (Global South), Pakistan juga menghadapi tantangan berat. Tantangan lingkungan hidup tetap menjadi yang paling menonjol—mulai dari luapan danau glasial, pola monsun yang tidak menentu, meningkatnya kerawanan pangan, hingga banjir dan kekeringan. Semua tantangan ini membuat perekonomian menjadi rentan dan rawan bencana. Situasi ini memaksa negara dan rakyat Pakistan untuk meninjau kembali strategi pembangunan mereka serta bekerja sama dengan negara-negara ekonomi berkembang di sektor lingkungan hidup," ujar Beberg Baloch, Asisten Editor di Daily Balochistan Express, sebuah surat kabar terkemuka di Pakistan.
"Saat kita melihat ke arah Tiongkok, kita melihat sebuah pusat energi terbarukan yang sangat besar dan tumbuh paling cepat. Tiongkok merupakan salah satu negara yang telah mendiversifikasi kebutuhan energinya dan sedang dalam proses beralih dari bahan bakar fosil; negara ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan energi terbarukan terbesar di dunia. Bagi negara seperti Pakistan yang sedang menghadapi krisis energi parah, menurut saya Tiongkok memiliki banyak hal untuk ditawarkan. Tiongkok dapat memberikan bantuan teknis dan menyediakan sumber daya tertentu, serta membantu pemasangan pembangkit listrik tenaga surya di negara tersebut. Selain itu, Pakistan sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap iklim. Kapasitas industri Tiongkok dapat membantu Pakistan membangun infrastruktur tersebut serta melakukan transisi dan kemajuan menuju ekonomi hijau," ungkapnya.
Saidu Jalloh, seorang jurnalis dari A-Z Multimedia Corporation—perusahaan media yang berbasis di Sierra Leone—menyatakan bahwa kerja sama dengan Tiongkok dalam kerangka BRI selaras dengan rencana pembangunan nasional Sierra Leone. Ia menekankan bahwa kemitraan semacam itu sangat penting bagi transformasi ekonomi negara tersebut di masa depan.
"Sierra Leone bergabung dengan BRI sejak tahun 2018. Sejak saat itu, kerja sama dengan Tiongkok telah diperluas ke berbagai bidang, termasuk infrastruktur jalan, sumber daya mineral, pendidikan, dan teknologi digital. Kedua negara telah sepakat untuk mengupayakan kerja sama yang lebih berkualitas, yang didasarkan pada prinsip saling menguntungkan dan keberlanjutan, serta selaras dengan pembangunan nasional Sierra Leone. Pertanyaan yang sebenarnya bukan sekadar seberapa besar infrastruktur atau investasi yang dapat dihadirkan BRI ke negara ini. Pertanyaan yang lebih besar adalah bagaimana kita dapat memanfaatkan kemitraan ini untuk mentransformasi ekonomi kita dan menciptakan peluang jangka panjang bagi rakyat Sierra Leone. Kendati demikian, infrastruktur dan konektivitas tetap sama pentingnya. Jalan, energi, telekomunikasi, logistik, dan infrastruktur lainnya sangatlah vital untuk menekan biaya operasional bisnis serta menghubungkan produsen dengan pasar," ujarnya.