Guangdong, Bharata Online - Para pembuat robot industri Tiongkok meningkatkan pengembangan sistem kecerdasan buatan (AI) terintegrasi, dengan tujuan memanfaatkan meningkatnya permintaan global akan robot pintar yang mampu melakukan produksi skala kecil dan fleksibel.
Di Huayan Robotics di Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan, para insinyur sedang mengembangkan lengan robot tujuh sumbu dengan kecerdasan terintegrasi. Dengan memasukkan data industri multi-skenario ke dalam model besar multimodal dan melengkapi lengan robot dengan sensor gaya baru, mereka telah memberikan kemampuan pada mesin untuk berinteraksi secara alami dengan lingkungannya, seperti halnya manusia.
"Ketika seseorang menerapkan gaya pada robot, robot dapat merasakan gaya tersebut dengan presisi tinggi. Dalam skenario seperti pengencangan sekrup atau penanganan material di pabrik, robot dapat merasakan besaran dan arah gaya, sementara lengan robot tradisional tidak memiliki kemampuan seperti ini," ujar Xie Peimin, Insinyur di Huayan Robotics.
Sementara itu, sebuah tim di Guangdong Topstar Technology Company sedang mengembangkan stasiun kerja kecerdasan terintegrasi dengan robot industri empat sumbu yang dapat memahami bahasa manusia.
"Tujuan kami adalah untuk memungkinkan robot industri tradisional memahami bahasa manusia secara langsung melalui penelitian dan pengembangan, sehingga mencapai produksi yang fleksibel," kata Sun Bangle, Insinyur di Topstar.
Menurut statistik, perusahaan-perusahaan Tiongkok meluncurkan total 108 robot AI industri baru dari Januari 2025 hingga akhir Mei 2026, yang mencakup berbagai skenario aplikasi, termasuk penanganan material dan perakitan.