New York, Bharata Online - Tiongkok menyerukan transisi politik yang inklusif, upaya kontra-terorisme yang tegas, dan strategi yang mengutamakan pembangunan di Suriah, sambil mendesak Israel untuk segera menarik diri dari wilayah Suriah yang diduduki.

Berbicara dalam debat Dewan Keamanan PBB tentang Suriah pada hari Selasa (21/7), Sun Lei, Kuasa Usaha Misi Tetap Tiongkok untuk PBB, mengatakan bahwa pemulihan perdamaian dan stabilitas di Suriah secepatnya akan membantu meredakan ketegangan di seluruh Timur Tengah.

"Pemulihan perdamaian dan stabilitas di Suriah secara dini dan penuh akan membantu meredakan ketegangan secara keseluruhan di Timur Tengah, melayani kepentingan kolektif semua negara di kawasan ini, dan memenuhi harapan luas komunitas internasional," ujar Sun.

Ia menekankan bahwa Dataran Tinggi Golan diakui secara internasional sebagai wilayah Suriah yang diduduki, dan menyerukan Israel untuk segera menghentikan aksi militernya di dalam Suriah dan menarik pasukannya dari wilayah Suriah.

"Dataran Tinggi Golan diakui secara internasional sebagai wilayah Suriah yang diduduki. Israel harus segera menghentikan semua aksi militernya di dalam Suriah dan menarik pasukannya dari wilayah Suriah sesegera mungkin. Warga sipil dan infrastruktur sipil tidak boleh dijadikan sasaran dalam keadaan apa pun," kata perwakilan Tiongkok tersebut.

Sun menguraikan tiga pilar untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di Suriah.

"Transisi politik yang inklusif adalah landasan penting untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di Suriah. Memerangi terorisme dalam segala bentuknya adalah prasyarat utama untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di Suriah. Dorongan terfokus untuk pembangunan adalah solusi mendasar untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di Suriah. Tiongkok siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk memainkan peran konstruktif dalam membantu Suriah mencapai keamanan, stabilitas, dan pembangunan secepat mungkin," jelas Sun.

Pertemuan tersebut berlangsung ketika para pejabat senior PBB mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa transisi politik Suriah telah mencapai tonggak kelembagaan penting dengan pembentukan Majelis Rakyat dan Mahkamah Konstitusi, sambil memperingatkan bahwa ketidakamanan yang berkelanjutan, aktivitas militer Israel, dan respons kemanusiaan yang sangat kekurangan dana mengancam kemajuan negara yang rapuh tersebut.

Dataran Tinggi Golan, sebuah dataran tinggi berbukit yang terletak di barat daya Suriah, direbut oleh Israel pada tahun 1967 dan kemudian dianeksasi pada tahun 1981. Resolusi Dewan Keamanan PBB 497, yang diadopsi secara bulat pada Desember 1981, secara eksplisit menyatakan aneksasi Dataran Tinggi Golan oleh Israel "batal demi hukum dan tanpa efek hukum internasional".