Beijing, Bharata Online - Menurut sebuah laporan yang dirilis pada hari Rabu (12/8), generasi muda Amerika cenderung tidak memandang Tiongkok sebagai ancaman karena mereka lebih memusatkan perhatian pada masalah dalam negeri, seperti meningkatnya biaya hidup dan tantangan ekonomi.
Dalam laporan berjudul "Gen Z Isn't Concerned About China" (Gen Z Tidak Menganggap Tiongkok sebagai Ancaman) yang dirilis pada hari Rabu (12/8), Chicago Council on Global Affairs menyatakan bahwa sikap terhadap Tiongkok di kalangan warga Amerika dari berbagai kelompok usia semakin terpolarisasi.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa sebagian besar anak muda Amerika tidak memandang Tiongkok sebagai "ancaman" bagi Amerika Serikat, melainkan lebih mendukung kebijakan kerja sama yang bersahabat dan keterlibatan aktif.
Kesimpulan laporan ini didasarkan pada data dari dua jajak pendapat publik: pertama adalah survei nasional yang dilakukan bersama oleh Chicago Council on Global Affairs, National Public Radio (NPR), dan perusahaan riset jajak pendapat global Ipsos pada tanggal 13 hingga 15 Maret tahun ini, dengan sampel sebanyak 1.025 orang dewasa dari berbagai kelompok usia; kedua adalah survei tahun 2025 oleh Chicago Council on Global Affairs yang melibatkan 2.148 responden di seluruh negeri.
Jajak pendapat tersebut mendefinisikan Generasi Z sebagai mereka yang lahir antara tahun 1997 dan 2013, serta generasi Milenial sebagai mereka yang lahir antara tahun 1981 dan 1996.
Laporan tersebut menyatakan bahwa maraknya penggunaan media sosial telah membuat generasi muda di Amerika Serikat terbiasa terpapar pada budaya Tiongkok.
Laporan itu menarik beberapa kesimpulan utama, termasuk temuan bahwa generasi muda di Amerika Serikat cenderung tidak memandang perkembangan Tiongkok sebagai sebuah ancaman.
Pada saat yang sama, anak muda Amerika umumnya menentang kebijakan garis keras terhadap Tiongkok: 64 persen Gen Z dan 65 persen Milenial menentang pembatasan terhadap pelajar Tiongkok di luar negeri; 66 persen dari mereka menentang penerapan tarif tambahan terhadap Tiongkok; serta 69 persen Gen Z dan Milenial tidak mendukung pengurangan skala perdagangan AS-Tiongkok.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa terlepas dari perbedaan pandangan mengenai kebijakan ekonomi terhadap Tiongkok, masyarakat dari berbagai kelompok usia pada umumnya meyakini bahwa tarif terhadap Tiongkok telah menyebabkan kenaikan biaya hidup di Amerika Serikat.
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa anak muda Amerika cenderung tidak memandang Tiongkok sebagai ancaman, tidak berminat mengambil sikap konfrontatif atau kompetitif, serta tidak bersedia menanggung biaya akibat persaingan semacam itu. Sampai batas tertentu, hal ini mencerminkan bahwa kaum muda Amerika lebih berfokus pada biaya hidup di dalam negeri dan tantangan ekonomi daripada persaingan geopolitik.