Beijing, Bharata Online - Saat robot humanoid menjadi sorotan utama di Beijing World Robot Conference, para pelaku industri global berpaling ke Tiongkok untuk mencari jawaban tentang bagaimana mengubah inovasi menjadi aplikasi dunia nyata.

Konferensi ini resmi dibuka pada hari Rabu (19/8) dengan menampilkan lebih dari 3.000 produk pameran, dengan sepersepuluh di antaranya merupakan peluncuran perdana. Acara yang berlangsung selama lima hari itu telah menarik lebih dari 300 peserta pameran—meningkat 69 persen dibandingkan tahun lalu—dan mencakup lebih dari 60 agenda kegiatan.

Bagi mereka yang telah menempuh perjalanan jauh, pertanyaan yang ada di benak semua orang bukan lagi tentang apa yang bisa dilakukan robot, melainkan ke mana arah perkembangannya di masa depan.

"Tiongkok sudah cukup maju dalam hal robot humanoid. Namun, hal yang membuat saya sangat penasaran adalah bagaimana Tiongkok berhasil menerapkan robot-robot humanoid ini dalam penggunaan nyata. Itulah hal yang ingin saya lihat di Beijing," ujar Mohamadreza Sabaghian, Manajer Program Amazon Robotics di Jerman.

Sebuah perusahaan rintisan (startup) asal Serbia yang bergerak di bidang teknologi pengisian daya juga tengah mencari peluang bisnis baru, dengan mengincar pasar robot humanoid yang sedang berkembang pesat.

"Kami ingin mencari mitra dan investor untuk menghadirkan teknologi kami bagi perusahaan-perusahaan besar di Tiongkok," kata Luka Mrdja, salah satu pendiri SLM Charging Technology.

Berbagai teknologi mungkin menempuh jalur perkembangan yang berbeda, namun konsensus yang muncul dalam forum tersebut sangat jelas, yakni inovasi hanya memiliki arti jika diwujudkan menjadi produk yang mampu meningkatkan kualitas hidup.

Sebuah laporan yang dirilis dalam forum tersebut menunjukkan bahwa robot humanoid kini telah melampaui tahap uji coba berskala kecil.

Pada paruh pertama tahun 2026, jumlah pengiriman robot dari Tiongkok melampaui 40.000 unit, yang mencakup 97,4 persen dari total pengiriman global. Namun, kisah di baliknya lebih dari sekadar angka-angka tersebut.

"Sungguh mengesankan melihat beragam model dan berbagai jenis penerapannya. Saat tiba di sini, saya sangat terkejut melihat adanya robot pemadam kebakaran. Saya bahkan tidak menyangka hal itu bisa diwujudkan. Jadi, itu sungguh luar biasa," ujar Naomi Vogel, seorang analis di Endeavour Management Services. "Tanpa keraguan mengenai masa depan. Terus bergerak dan berupaya melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Dan menurut saya, akan sangat menarik untuk melihat bagaimana Tiongkok memimpin upaya pengembangan robot humanoid ini," ujar Bernard Vogel, salah satu pendiri sekaligus Direktur Endeavour Vision.

Meskipun penggunaan robot humanoid secara luas mungkin masih butuh waktu bertahun-tahun lagi, upaya untuk menemukan aplikasi yang bermanfaat nyata telah dimulai dengan serius.