Makau, Bharata Online - Tokoh-tokoh penting dari kalangan kebijakan dan dunia usaha Makau berbagi wawasan mengenai peluang pengembangan wilayah tersebut di masa depan dalam sebuah diskusi panel khusus bulan lalu. Mereka menyoroti prospek menjanjikan yang dapat diperoleh Makau melalui penyelarasan yang lebih erat dengan strategi pembangunan nasional Tiongkok.
Para pembicara itu hadir dalam forum "Ask China" yang mempertemukan sekitar 200 delegasi dari sektor keuangan, pariwisata, perdagangan, dan kebijakan publik. Mereka berbagi pandangan mengenai bagaimana rencana pembangunan sosial-ekonomi baru Tiongkok akan mengubah peluang bagi investor global maupun Wilayah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Makau.
Forum yang diselenggarakan pada akhir Juli itu juga membahas peluang yang diharapkan muncul dari Rencana Lima Tahun Ketiga Makau (2026-2030) yang secara resmi diluncurkan oleh pemerintah SAR Makau pada hari Selasa (18/8).
Rencana yang baru diperkenalkan tersebut menetapkan delapan tujuan pembangunan utama dan berfungsi sebagai peta jalan komprehensif bagi fase pertumbuhan Makau berikutnya. Rencana itu juga sangat selaras dengan Rencana Lima Tahun Nasional ke-15 (2026-2030) yang disahkan oleh Kongres Rakyat Nasional (National People's Congress/NPC) pada bulan Maret lalu.
Selain itu, rencana ini menegaskan komitmen pemerintah SAR untuk mendorong diversifikasi ekonomi yang moderat serta memperkuat peran Makau sebagai jembatan penghubung antara Tiongkok dengan negara-negara berbahasa Portugis dan komunitas global yang lebih luas.
Dalam forum bulan lalu, Jose Chui, Anggota NPC sekaligus Presiden Asosiasi Promosi Sains dan Teknologi Makau, menyoroti peran laboratorium utama negara di Makau dalam mengomersialkan hasil penelitian, mengingat rencana tersebut mencakup pembangunan "kota universitas" di kawasan Hengqin, yang terletak di wilayah tetangga, Kota Zhuhai.
"Menurut saya, pembangunan 'kota universitas' merupakan langkah maju yang sangat penting, dan ketiga universitas yang akan dibangun di Hengqin pada tahap pertama ini semuanya berada di bawah tata kelola yang dikendalikan pemerintah. Lalu, bagaimana peran keempat laboratorium utama tersebut? Karena keempat laboratorium utama itu sebenarnya merupakan bagian dari berbagai universitas yang ada. Peran utama laboratorium ini adalah melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan. Penelitian menjadi fokus utama mereka, dan itulah sebabnya pemerintah membangun Kawasan Industri Penelitian dan Pengembangan. Tujuannya adalah untuk menarik lebih banyak perusahaan yang akan melaksanakan tahap pengembangan kedua," ujar Chui.
Seorang pemimpin bisnis lainnya menyoroti keberhasilan wilayah tersebut dalam menerapkan strategi diversifikasi ekonomi "1+4". Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat fondasi sektor pariwisata dan rekreasi Makau yang tangguh, sembari memajukan empat industri inti lainnya, yaitu kesehatan dan kebugaran, keuangan modern, teknologi tinggi, serta sektor yang lebih luas yang mencakup pameran, perdagangan, budaya, dan olahraga.
Lawrence Ho, yang juga merupakan anggota Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (Chinese People's Political Consultative Conference/CPPCC) dan Wakil Ketua Federasi Industri dan Perdagangan Seluruh Tiongkok, secara khusus mencatat bahwa tren pariwisata kebugaran (wellness tourism) merupakan peluang pertumbuhan yang sangat penting.
"Kita sangat beruntung mendapatkan hak istimewa ini di bawah prinsip 'satu negara, dua sistem'. Jadi, bagaimana kita dapat memanfaatkannya secara lebih optimal? Terkait langkah pemerintah Makau dalam memimpin pengembangan industri 'satu tambah empat' ini, hal yang ingin saya soroti lebih lanjut adalah sektor kebugaran dan umur panjang (wellness and longevity). Menurut saya, nilai industri pariwisata medis berbasis kebugaran global saat ini mencapai sekitar 80 miliar dolar AS (sekitar 1.421 triliun rupiah) dan diperkirakan akan tumbuh hingga sekitar 250 miliar dolar AS (4.440 triliun rupiah) pada tahun 2035. Saya rasa ini adalah peluang besar bagi kita. Sebagian besar bisnis pariwisata medis global tersebut berada di Asia. Orang-orang sering membicarakan kunjungan ke Thailand, Singapura, atau Korea, bukan? Industri tersebut sudah ada. Dan menurut saya, itu jelas merupakan industri yang memiliki banyak sinergi dengan industri kita," jelas Ho.
Frederico Ma, Anggota CPPCC lainnya sekaligus Ketua Dewan Direksi Kamar Dagang Makau, menekankan bahwa kawasan ramah bisnis di Makau merupakan prospek menarik yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan teknologi serta usaha kecil dan menengah (UKM) lainnya.
"Sebagai contoh, Taman Sains dan Teknologi Makau akan menarik lebih banyak pendatang baru di bidang teknologi tinggi; mereka akan lebih berfokus pada bioteknologi dan cip terintegrasi—bersama dengan empat laboratorium utama negara di Makau—serta menerapkan teknologi dan hasil penelitian tersebut. Selain itu, contoh lainnya adalah Kawasan Pariwisata Terpadu dan Budaya Internasional Makau; menurut saya, ini merupakan salah satu pengembangan budaya terbesar di Makau di masa mendatang. Saya rasa hambatan masuk bagi perusahaan di sini tergolong rendah, dan kawasan ini cocok bagi UKM untuk memasuki pasar tersebut," ujarnya.
Sementara itu, seorang anggota NPC lainnya menekankan pentingnya menyelaraskan rencana pembangunan Makau dengan rencana kawasan Greater Bay Area yang lebih luas—sebuah klaster kota besar dan wilayah ekonomi dinamis yang mencakup Hong Kong, Makau, serta sembilan kota di Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan.
Kevin Ho, yang juga menjabat sebagai Presiden Federasi Industri dan Perdagangan Makau, menegaskan bahwa karena wilayahnya yang kecil, Makau tidak bisa "menutup diri" dan bergerak sendiri. Ia pun mendorong peningkatan koordinasi sebagai bagian dari kawasan Greater Bay Area.
"Kita perlu tumbuh bersama kota-kota mitra kita, dan kota-kota di Greater Bay Area jelas merupakan mitra yang paling tepat bagi kita. Kita beruntung karena kota-kota tetangga kita—yaitu Shenzhen, Guangzhou, Zhongshan, dan Foshan—telah menyusun Rencana Lima Tahun ke-15 mereka sebelum pertemuan 'Dua Sesi' kita (pada bulan Maret lalu), sehingga kita sudah mengetahui rencana mereka tersebut. Agar dapat berintegrasi dan tumbuh bersama mereka, kita bisa mencermati rencana yang telah mereka susun dan kemudian menyelaraskan Rencana Lima Tahun Ketiga kita agar dapat berjalan beriringan dengan rencana mereka. Kita perlu memanfaatkan status internasional Hong Kong dan Makau secara lebih optimal untuk membantu kota-kota tetangga sekaligus diri kita sendiri, demi melakukan integrasi dan bersama-sama membangun kawasan Greater Bay Area," ujarnya.