Chengdu, Bharata Online - Forum tingkat tinggi antara Tiongkok dan Thailand pada hari Sabtu (18/7) telah mempertemukan lebih dari 600 pemimpin industri di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan di barat daya Tiongkok, menandai tonggak baru yang didorong oleh perdagangan bilateral yang berkembang pesat.

Forum Investasi dan Ekonomi Tiongkok (Sichuan)-Thailand merupakan salah satu kunjungan penting Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, ke Tiongkok dari tanggal 16 hingga 20 Juli 2026.

"Tujuan kami adalah untuk memperkuat kerja sama dengan Sichuan dalam perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi dan sosial. Saya sangat yakin bahwa peluang baru di tahun-tahun mendatang akan semakin meningkatkan kemitraan ekonomi kita, karena kekuatan Thailand dan Sichuan saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain," ujar Charnvirakul pada acara tersebut.

Acara tersebut juga menampilkan peresmian Kantor Badan Investasi Thailand di Chengdu.

Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Thailand selama 13 tahun berturut-turut. Di Provinsi Sichuan, perdagangan dengan Thailand mencapai sekitar 41,9 miliar yuan (sekitar 111 triliun rupiah) pada tahun 2025, meningkat lebih dari 112 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Perusahaan dari kedua belah pihak melihat potensi yang kuat di berbagai industri.

"Kami memiliki dua fase. Fase Satu sudah terjual habis. Sebagian besar adalah perusahaan Tiongkok. Sekarang kami membuka Fase Dua. Jadi kami berharap dapat menyambut lebih banyak investor Tiongkok," kata Nicole Tan, Direktur Kemitraan Strategis Absolute Clean Energy Public Company, perusahaan energi bersih terkemuka di Thailand.

"Dorongan Thailand untuk energi bersih dan transisi energi menghadirkan peluang besar bagi kami. Kami berharap dapat selaras dengan strategi pembangunan negara dan lebih memajukan kerja sama di sektor energi," tutur Zheng Lewei, Perwakilan Bisnis Dongfang Electric International Corporation dari Tiongkok.

Menurut para peserta, seiring Thailand berupaya melakukan transformasi ekonomi, inovasi teknologi diharapkan menjadi pendorong baru bagi pertumbuhan dan kerja sama.

"Thailand dapat belajar banyak dan benar-benar dapat bekerja sama dengan Tiongkok tentang bagaimana membawa teknologi AI ke kawasan ASEAN atau Asia Selatan, termasuk Thailand. Saya pikir ini adalah bidang yang sangat besar yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Thailand, dan tentu saja di seluruh dunia, jika dengan tata kelola yang tepat dan bagaimana kita memanfaatkan AI sebaik-baiknya untuk kemanusiaan," ujar Suphachai Chearavanont, Wakil Ketua Senior Charoen Pokphand Group, perusahaan swasta terbesar di Thailand.