Shanghai, Bharata Online - Shanghai telah meluncurkan laboratorium otonom bertenaga AI pertama di Tiongkok di bidang ilmu material, yang mampu melakukan penelitian ilmiah tanpa campur tangan manusia, menandai langkah besar menuju penelitian dan pengembangan berbasis AI di bidang ini.

Dikembangkan oleh tim ilmuwan AI muda yang didukung oleh Universitas Fudan, laboratorium itu mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan robotika otomatis untuk menjalankan seluruh proses penelitian.

Sistem ini secara otomatis menghasilkan dan menyaring desain molekuler sebelum mengirimkannya ke laboratorium otomatis untuk sintesis senyawa, pemurnian, dan pengujian. Hasil eksperimen kemudian dimasukkan kembali ke dalam model AI, memungkinkan model tersebut untuk terus meningkatkan kinerjanya.

Tidak seperti laboratorium konvensional, dengan para peneliti mengawasi eksperimen dan menganalisis hasilnya, fasilitas bertenaga AI ini dapat menyelesaikan seluruh alur kerja penelitian secara otonom.

Menjelang Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia atau World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 selama empat hari, yang resmi dibuka di Shanghai pada hari Jumat (17/7), laboratorium tersebut menyelesaikan uji coba selama lima hari, secara mandiri menjalankan 135 tugas penelitian.

"Banyak prosedur eksperimental yang rumit kini dapat sepenuhnya diotomatisasi. Agen AI juga dapat mengoperasikan berbagai instrumen laboratorium secara mandiri. Hal ini secara signifikan meningkatkan produktivitas penelitian," ujar Cao Fenglei, Ilmuwan AI dari Akademi AI untuk Sains Shanghai (SAIS).

Tim di balik laboratorium ini sebagian besar terdiri dari lulusan universitas. Universitas Fudan mengatakan pihaknya berharap dapat membina lebih banyak tim peneliti yang mampu menggunakan AI untuk mengatasi tantangan ilmiah mendasar.

"Tim yang berasal dari universitas sangat menekankan pada penyelesaian masalah ilmiah nyata. Mereka juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang ilmu material, yang memungkinkan mereka memiliki keahlian mendalam dalam ilmu material," kata Wu Libo, Asisten Utama dari Universitas Fudan.

Pada WAIC tahun ini, Universitas Fudan juga meluncurkan beberapa inisiatif AI lainnya, termasuk proyek Fuxi Constellation, sistem prakiraan cuaca bertenaga AI. Satelit pertamanya diharapkan akan diluncurkan sebelum Maret tahun depan.

Konferensi AI Dunia 2026 berlangsung di Shanghai dari Jumat (17/7) hingga Senin (20/7) dengan tema "Kemitraan AI untuk Masa Depan yang Lebih Cerah".