Beijing, Bharata Online - China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) telah secara aktif mendorong pertukaran dan kerja sama bisnis di antara anggota Shanghai Cooperation Organization (SCO) tahun ini, dengan tercapainya berbagai kesepakatan, demikian disampaikan Juru Bicara CCPIT, Yang Fan, dalam konferensi pers di Beijing pada hari Senin (31/8).
Tahun ini, organisasi tersebut memanfaatkan SCO Business Council dan China-Central Asia Business Council untuk mengorganisasi delegasi bisnis Tiongkok ke Kirgistan serta negara anggota dan mitra dialog SCO lainnya. Langkah ini bertujuan memperdalam hubungan ekonomi dan perdagangan serta memperluas peluang kerja sama bisnis di lingkup SCO, ujar Yang.
"Selama kunjungan tersebut, kami bersama pihak Kirgistan menyelenggarakan Forum Bisnis dan Investasi Tiongkok-Kirgistan, yang dihadiri oleh lebih dari 300 perwakilan dari instansi pemerintah, asosiasi bisnis, dan perusahaan dari kedua negara. Kedua belah pihak menjajaki potensi kerja sama di bidang perdagangan dan investasi, energi hijau, konektivitas, serta ekonomi digital, dan berhasil mencapai sejumlah kesepakatan kerja sama yang konkret," ujar Yang.
Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, sistem promosi perdagangan nasional telah menerbitkan 669.500 sertifikat asal barang (certificate of origin) untuk negara-negara anggota SCO, meningkat 9,62 persen secara tahunan, serta 561 dokumen ATA Carnet, yang naik 45,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Yang menambahkan bahwa pencapaian ini turut memfasilitasi perdagangan di kawasan tersebut.
ATA Carnet merupakan dokumen kepabeanan internasional serta dokumen ekspor-impor sementara.
Menurut Yang, CCPIT akan terus memperdalam kerja sama bisnis antarnegara di kawasan ini dan berkontribusi dalam membangun komunitas SCO yang lebih erat dengan masa depan bersama.
Saat ini, SCO memiliki 10 negara anggota, dua negara pengamat, dan 15 mitra dialog, yang menyatukan negara-negara yang mencakup hampir separuh populasi dunia dan sekitar seperempat dari ekonomi global.