Beijing, Bharata Online - Robot yang dirancang untuk tugas di lingkungan berisiko tinggi menjadi salah satu sorotan utama dalam World Robot Conference 2026 yang sedang berlangsung, dengan beberapa di antaranya diharapkan mampu menggantikan pekerja manusia dalam situasi berbahaya.
World Robot Conference 2026 resmi dibuka di Beijing E-Town pada hari Rabu (19/8), menampilkan lebih dari 3.000 produk pameran, dengan sepersepuluh di antaranya baru pertama kali diperkenalkan ke publik. Acara yang berlangsung selama lima hari ini menarik lebih dari 300 peserta pameran, meningkat 69 persen dibandingkan tahun lalu—dan mencakup lebih dari 60 agenda kegiatan.
Salah satu daya tarik utama di ruang pameran adalah robot humanoid berukuran raksasa yang mencuri perhatian banyak orang. Dengan tinggi sekitar 4 meter, robot ini memancarkan kesan kekuatan luar biasa yang jarang ditemukan pada model humanoid standar, saat tangan-tangannya yang cekatan bergerak dan bermanuver dengan presisi.
Melakukan debut publik globalnya, robot super humanoid hibrida hidrolik-elektrik ini memadukan teknologi hidrolik digital dengan motor listrik, sehingga mampu mengatasi batasan gaya yang mencakup rentang skala dari kilogram hingga kiloton.
Robot "raksasa" ini dirancang untuk skenario berat dan menantang, seperti operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik tenaga nuklir, operasi laut dalam, serta penanganan logistik berat.
"Untuk skenario seperti eksplorasi laut dalam dan lingkungan terkait nuklir, lengan robot kami yang cekatan serta robot dengan kapasitas beban tinggi dapat menggantikan peran pekerja manusia," ujar Yang Tao, peserta pameran yang mewakili tim pengembang.
Selain robot humanoid raksasa tersebut, robot anjing yang lincah juga turut hadir untuk menangani tugas-tugas berbahaya.
Di lingkungan pertambangan yang berbahaya, robot anjing berfungsi sebagai petugas keselamatan cerdas. Dilengkapi dengan LiDAR, kamera inframerah, sensor gas, dan perangkat lainnya, robot ini mampu memasuki ruang kosong dan terowongan berisiko tinggi yang tidak dapat diakses manusia, serta mengumpulkan data lingkungan multidimensi untuk mendukung pengambilan keputusan terkait keselamatan tambang.
"Di area bekas tambang yang berpotensi memicu penurunan permukaan tanah, robot anjing dapat masuk, mengambil foto, dan mengirimkan data 3D untuk memodelkan seluruh rongga tersebut. Pada saat yang sama, ketika bergerak melintasi area tanpa jangkauan jaringan, robot ini secara otomatis memasang titik relai komunikasi untuk menjaga konektivitas," kata Zhang Yong, pengembang robot anjing tersebut.