Hangzhou, Bharata Online - Tiongkok diperkirakan akan merampungkan pembangunan jaringan antariksa yang terdiri dari 1.000 satelit pada tahun 2032.
Ini merupakan salah satu langkah kunci dalam proyek "Three-Body Computing Constellation" yang diluncurkan oleh Zhejiang Lab, yang bertujuan mengirimkan kecerdasan buatan (AI) ke luar angkasa untuk melakukan pemrosesan data di orbit.
Di bidang komputasi antariksa, Zhejiang Lab, sebuah lembaga penelitian yang berfokus pada teknologi mutakhir dan berbasis di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok Timur, merupakan kekuatan yang signifikan.
Wang Jian, Direktur Zhejiang Lab, menjelaskan dalam wawancara dengan China Media Group (CMG) alasan di balik penetapan target 1.000 satelit tersebut.
"Pertama, Anda perlu memastikan tersedianya daya komputasi yang memadai. Kedua, interkonektivitas sangatlah krusial. Tanpa kepadatan tertentu antar-satelit, toleransi terhadap kegagalan sistem akan sangat rendah. Hal ini mirip dengan komputasi awan (cloud computing). Jika Anda memiliki 10.000 mesin, tidak masalah jika dua atau tiga di antaranya mengalami kerusakan," ujar Wang.
Menurut Wang, 1.000 satelit tersebut dapat membentuk jaringan yang rapat, yang akan meningkatkan efektivitas penggunaannya secara signifikan.
"Logikanya sederhana: satelit memang dapat digunakan, namun tidak bisa dimanfaatkan jika tidak berada tepat di atas lokasi kita saat dibutuhkan. Jadi, apa arti dari konstelasi 1.000 satelit ini? Artinya, jika orbitnya dirancang dengan baik, kita dapat menjamin bahwa di mana pun lokasi Anda di Bumi, akan selalu ada satelit yang melintas di atasnya dalam waktu tiga menit—sehingga mengatasi masalah ketepatan waktu," jelas Wang.