Beijing, Bharata Online - Perdagangan luar negeri Tiongkok mempertahankan pertumbuhan pesat selama delapan bulan pertama tahun 2026. Menurut data resmi yang dirilis pada hari Selasa (8/9), baik ekspor maupun impor mencatatkan kenaikan yang signifikan, dengan pertumbuhan impor terus melampaui pertumbuhan ekspor.

Menurut Administrasi Umum Kepabeanan atau General Administration of Customs(GAC), total nilai impor dan ekspor barang Tiongkok meningkat 17,6 persen secara tahunan menjadi 34,78 triliun yuan (sekitar 91.364 triliun rupiah) pada periode Januari-Agustus 2026.

Laju pertumbuhan tersebut tercatat 0,3 poin persentase lebih tinggi dibandingkan angka yang dicatat pada tujuh bulan pertama tahun ini.

Menurut data tersebut, ekspor meningkat 14,6 persen secara tahunan menjadi 20,17 triliun yuan (sekitar 53 ribu triliun rupiah), sementara impor tumbuh 22 persen menjadi 14,61 triliun yuan (sekitar 38.379 triliun rupiah).

Khusus pada bulan Agustus 2026, total perdagangan barang Tiongkok mencapai 4,65 triliun yuan (sekitar 12.215 triliun rupiah), naik 19,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan tetap berada di atas angka 4 triliun yuan (sekitar 10.507 triliun rupiah) selama enam bulan berturut-turut.

Ekspor tumbuh 18,6 persen secara tahunan pada bulan Agustus 2026, sementara impor naik 21,7 persen.

"Pada bulan Agustus, perdagangan barang Tiongkok mempertahankan pertumbuhan yang stabil, dengan ekspor dan impor sama-sama mencatatkan pertumbuhan dua digit selama empat bulan berturut-turut. Hal ini sepenuhnya menunjukkan dukungan tangguh yang diberikan oleh sistem industri Tiongkok yang lengkap terhadap perdagangan luar negerinya, serta dorongan kuat dari kapasitas inovasi negara yang mumpuni," ujar Lyu Daliang, Direktur Departemen Statistik dan Analisis GAC.