Hangzhou, Bharata Online - Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan bahwa nilai akumulasi investasi langsung Tiongkok di negara-negara BRICS telah mencapai 82 miliar dolar AS (sekitar 1.444 triliun rupiah) pada akhir tahun 2025.

Investasi langsung Tiongkok di negara-negara BRICS telah tumbuh secara stabil dalam beberapa tahun terakhir. Pada tujuh bulan pertama tahun ini, investasi langsung Tiongkok di negara-negara BRICS mencapai sekitar 4 miliar dolar AS (sekitar 70,43 triliun rupiah), yang terutama diarahkan ke sektor manufaktur, konstruksi, dan ketenagalistrikan.

Kerja sama Tiongkok dengan negara-negara BRICS lainnya dalam proyek infrastruktur besar dan program bantuan telah membuahkan hasil positif.

MISRSAT-2, satelit penginderaan jauh pertama yang dirakit di dalam negeri oleh Mesir, berhasil diluncurkan dan dibawa ke orbit pada 4 Desember 2023 menggunakan roket pembawa Long March-2C milik Tiongkok.

MISRSAT-2 serta pusat perakitan, integrasi, dan pengujian satelit milik Mesir telah mengisi kesenjangan dalam infrastruktur satelit berbasis darat di negara tersebut, menjadikan Mesir negara Afrika pertama yang memiliki kemampuan perakitan, integrasi, dan pengujian satelit.

Program itu membantu Mesir memperkuat kapasitasnya dalam survei lahan dan sumber daya, serta pemantauan dan penilaian bencana lingkungan.

Dalam kerangka kerja sama Selatan-Selatan, Tiongkok telah melaksanakan berbagai proyek bersama organisasi internasional, termasuk Dana Anak-anak PBB atau United Nations Children's Fund (UNICEF), untuk mendukung kesehatan anak, modernisasi pertanian, dan ketahanan pangan.

Selama lima tahun terakhir, Tiongkok telah melatih lebih dari 30.000 tenaga profesional untuk negara-negara BRICS, termasuk Mesir, Iran, Ethiopia, Indonesia, Afrika Selatan, dan Brasil, di bidang perdagangan, kesehatan, pertanian, kehutanan, peternakan, perikanan, dan teknologi informasi, sehingga memberikan dukungan talenta bagi modernisasi negara-negara BRICS.