Beijing, Bharata Online - Para ahli terkemuka dari seluruh dunia telah berkumpul di Beijing untuk mengikuti Kongres Sains Dasar Internasional atau International Congress of Basic Science (ICBS) 2026. Acara yang resmi dibuka pada hari Minggu (9/8) ini menampilkan berbagai kemajuan di bidang matematika, fisika, ilmu dan teknik informasi, serta bidang sains dasar lainnya.
Berlangsung dari tanggal 9 hingga 21 Agustus 2026 dengan tema "Memajukan Sains demi Kemanusiaan", kongres tahunan ini memperkenalkan Medali ICBS—sebuah penghargaan baru untuk mengapresiasi sembilan peneliti luar biasa—sekaligus mempertemukan para peraih Fields Medal dan Turing Award, yang menegaskan fokus Tiongkok pada penelitian dasar dan kemandirian teknologi.
Upacara pembukaan acara ini menghadirkan empat peraih Fields Medal—Shing-Tung Yau, Maxim Kontsevich, Martin Hairer, dan Caucher Birkar, serta peraih Turing Award, Robert Tarjan.
Sembilan ilmuwan terkemuka menerima Medali ICBS, yaitu: Claire Voisin, Horng-Tzer Yau, Shouwu Zhang, Andrea J. Liu, Yifang Wang, Xiao-gang Wen, Zhenan Bao, Xiaowei Zhuang, dan Feng Zhang.
Mereka bergabung dengan kelompok besar yang mencakup lebih dari 80 ilmuwan terkemuka—termasuk penerima Shaw Prize, Wolf Prize, dan Dirac Medal, serta anggota akademi nasional dari Tiongkok, Amerika Serikat, dan Eropa—bersama dengan lebih dari 400 akademisi ternama dunia serta lebih dari 800 peneliti dan mahasiswa dari berbagai universitas dan institusi di lebih dari 30 negara.
Medali ICBS merupakan bentuk penghargaan atas kemajuan inovatif dalam sains dasar. Medali ini menampilkan potret seorang ilmuwan terkemuka di satu sisi dan semboyan "Demi Kebenaran dan Keindahan" di sisi lainnya, yang melambangkan upaya pencarian kebenaran ilmiah dan keindahan dalam memahami alam semesta.
"Kami mengejar kebenaran, dan keindahan itu hadir dengan sendirinya. Kami merasa sangat senang ketika apa yang kami kerjakan—argumen yang kami gunakan atau jalan yang kami tempuh—mengandung unsur keindahan," ujar Claire Voisin, Penerima Medali Emmy Noether ICBS 2026 di Bidang Matematika.
Kongres ini diprakarsai dan dipimpin oleh matematikawan ternama dunia, Shing-Tung Yau. Yau, penerima Fields Medal pertama kelahiran Tiongkok, menyatakan bahwa salah satu harapan terbesarnya adalah agar para pelajar Tiongkok kelak dapat mencapai tingkat prestasi akademik tertinggi tanpa harus menempuh studi di luar negeri, seiring dengan berkembangnya Tiongkok menjadi pusat global bagi penelitian dasar.
Para peserta internasional memuji pesatnya perkembangan lanskap penelitian akademik dan ilmiah di Tiongkok, dengan beberapa di antaranya menyoroti kinerja gemilang pelajar Tiongkok di berbagai universitas terkemuka di luar negeri.
"Saya sangat terkesan. Menurut saya, dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun terakhir, dunia akademik Tiongkok telah berkembang dengan sangat pesat—bahkan jauh lebih pesat dibandingkan dunia Barat. Kami mendidik banyak pelajar Tiongkok dalam program kami, dan harus saya akui bahwa mereka termasuk yang terbaik yang kami miliki di negara ini, di Inggris," ujar Oliver Buchmueller, Profesor di Imperial College London sekaligus Peneliti Senior di Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN).
Acara yang berlangsung selama dua minggu ini akan menghadirkan lebih dari 500 sesi akademik yang mencakup seluruh cabang ilmu dasar dan bidang lintas disiplin, serta topik-topik mutakhir seperti penalaran model besar generatif (generative large-model reasoning), visi komputer, interaksi manusia-komputer, dan informasi kuantum.
Kongres ini juga akan mencakup beragam kegiatan, termasuk dialog akademik tingkat tinggi, program pelibatan generasi muda, serta pertukaran budaya dan ilmiah.