Beijing, Bharata Online - Tiongkok dengan tegas mendukung Kuba dalam menjaga kedaulatan nasionalnya dan menentang campur tangan eksternal dalam pembangunan Kuba, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, pada hari Rabu (15/7) menanggapi peningkatan blokade dan sanksi Amerika Serikat baru-baru ini terhadap Kuba.

Pada hari Senin (13/7) lalu, AS mengumumkan sanksi baru terhadap 10 entitas Kuba, termasuk Kementerian Pariwisata Kuba dan entitas milik negara di bidang perdagangan luar negeri, energi, dan transportasi maritim.

"Kami telah menyatakan posisi Tiongkok mengenai masalah ini pada banyak kesempatan. AS telah memberlakukan blokade komprehensif dan sanksi ilegal terhadap Kuba selama lebih dari 60 tahun, menyebabkan penderitaan yang mendalam bagi rakyat Kuba. Baru-baru ini, AS telah meningkatkan blokade dan sanksinya, yang secara serius memengaruhi mata pencaharian dasar warga Kuba dan menimbulkan kekhawatiran luas dari komunitas internasional," ujar Lin dalam konferensi pers di Beijing.

"Amerika Serikat harus mengindahkan seruan yang adil dari komunitas internasional, segera mengakhiri blokade dan tekanan paksa terhadap Kuba, dan berhenti melanggar hak rakyat Kuba untuk hidup dan berkembang. Tiongkok dengan tegas mendukung Kuba dalam menjaga kedaulatan nasionalnya, menentang campur tangan eksternal, dan siap bekerja sama dengan komunitas internasional lainnya untuk menegakkan keadilan dan kesetaraan internasional," kata Lin.