Beijing, Bharata Online - Filipina harus menarik kapal miliknya yang secara ilegal "didamparkan" di Ren'ai Jiao dan menghentikan segala tindakan provokatif di Laut Tiongkok Selatan, kata Zhang Xiaogang, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok, dalam konferensi pers di Beijing pada hari Kamis (27/8).
Ia menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan media mengenai kapal Filipina BRP Sierra Madre (LT-57), yang baru saja menerima pengiriman pasokan baru.
Menurut Zhang, pihak Filipina telah berulang kali berupaya memanfaatkan misi pengiriman ulang pasokan semacam itu untuk menyelundupkan material penguat guna menambatkan kapal tersebut secara permanen di terumbu karang itu.
"Ren'ai Jiao merupakan bagian dari Nansha Qundao milik Tiongkok. Berdasarkan posisi prinsipil tiga poin kami dalam menangani situasi di Ren'ai Jiao, pihak Tiongkok telah mencapai kesepakatan sementara dengan pihak Filipina mengenai pengiriman ulang pasokan kebutuhan hidup yang bersifat kemanusiaan. Jika pihak Filipina berupaya mengirimkan material konstruksi dan membangun fasilitas permanen atau pos terdepan yang bersifat tetap, pihak Tiongkok akan menolaknya secara tegas dan menghentikannya dengan teguh sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Pihak Filipina harus segera menarik kapal BRP Sierra Madre (LT-57) miliknya yang secara ilegal 'didamparkan' di Ren'ai Jiao, serta menghentikan segala tindakan provokatif. Pihak Tiongkok akan dengan teguh menjaga kedaulatan wilayah serta hak dan kepentingan maritimnya, serta secara tegas menjunjung tinggi perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan," jelas Zhang.