Mesir, Bharata Online - Para pengamat Mesir menyatakan harapan untuk memperkuat kerja sama dengan Tiongkok di berbagai bidang seiring kedua negara merayakan kemitraan strategis yang komprehensif mereka dan berupaya bersama demi masa depan bersama yang lebih baik.
Presiden Tiongkok, Xi Jinping, bertemu dengan mitranya dari Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, pada hari Rabu (2/9) di Kairo sebagai bagian dari kunjungan kenegaraannya ke negara tersebut.
Setelah pertemuan itu, kedua kepala negara menyaksikan penandatanganan dokumen kerja sama di berbagai bidang, termasuk kecerdasan buatan (AI), rantai pasok, perdagangan, ekonomi digital, dan pendidikan.
"Kami sangat menghargai kesediaan Presiden Xi untuk melanjutkan kerja sama dengan Mesir pada tahap berikutnya, serta untuk lebih memajukan hubungan kerja sama bilateral di segala bidang, termasuk bidang-bidang kerja sama yang baru muncul dan terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir, seperti teknologi tinggi, aplikasi robotika, kecerdasan buatan, dan bidang terkait lainnya. Kami berharap dapat menghadirkan lebih banyak pengalaman Tiongkok yang kaya manfaat ke Mesir, serta semakin memperkuat kemitraan kami dengan Tiongkok di masa depan," ujar Ali El-Hefny, Wakil Ketua Asosiasi Persahabatan Mesir-Tiongkok.
"Fokus beliau tidak terbatas pada Tiongkok saja. Beliau (Presiden Xi) juga sangat mementingkan kerja sama di antara negara-negara Global Selatan. Beliau menekankan pembangunan komunitas Tiongkok-Mesir yang berorientasi masa depan dengan visi masa depan bersama, yang mencerminkan pandangannya terhadap pengembangan hubungan bilateral di masa mendatang. Kami berharap kerja sama antara Tiongkok dan Mesir akan semakin kuat dan berkembang pesat, serta membawa manfaat bagi rakyat kedua negara," kata Khaled El-Shamy, Pemimpin Redaksi Departemen Urusan Internasional di Surat Kabar Harian Al-Masry Al-Youm.
Ahmed Sallam, mantan Wakil Kepala Dinas Informasi Negara Mesir, juga menyoroti upaya Tiongkok dalam membangun mekanisme tata kelola global yang lebih inklusif dan adil.
"Usulan-usulan yang disampaikan oleh Presiden Xi bersifat inovatif dan sangat penting. Mesir dan dunia internasional perlu memberikan perhatian besar terhadap usulan-usulan ini, karena tujuannya adalah mencapai manfaat bersama dan hasil yang saling menguntungkan (win-win), bukan sekadar menguntungkan satu negara sementara negara lain terabaikan. Tiongkok secara konsisten berupaya mendorong manfaat bersama bagi semua pihak dan memberikan perhatian khusus pada kepentingan negara-negara berkembang serta negara-negara Afrika," ujarnya.
Hala Gad, Direktur Informasi dan Dokumentasi di Kantor Sekretaris Jenderal Liga Negara-Negara Arab, mengatakan bahwa kunjungan Xi menunjukkan hubungan Tiongkok-Mesir akan terus berkembang di tengah meningkatnya gejolak global.
"Saat ini kita berada dalam tatanan dunia baru, dan sistem internasional menghadapi banyak ketidakstabilan serta tantangan yang signifikan. Oleh karena itu, pada saat ini, kami berharap Presiden Xi akan semakin mendukung pengembangan hubungan Tiongkok-Mesir serta kemajuan berkelanjutan dalam hubungan Tiongkok-Arab dan Tiongkok-Afrika. Keputusan Presiden Xi untuk mengunjungi Mesir untuk kedua kalinya menjadi bukti kuat bahwa ini adalah kunjungan yang bersejarah. Hal ini menunjukkan bahwa Presiden Xi dan Tiongkok sepenuhnya mengakui pentingnya Mesir serta peran utamanya yang krusial dalam menjaga keamanan kawasan. Ini tidak hanya berkaitan dengan keamanan kawasan, tetapi juga keamanan seluruh dunia. Kami sangat mementingkan kunjungan ini dan menaruh harapan besar terhadapnya," jelasnya.