Windhoek, Bharata Online - Kebijakan nol tarif Tiongkok terhadap Afrika diharapkan dapat mendorong industrialisasi benua tersebut dan membawa manfaat bagi berbagai sektor, kata Selma Ashipala-Musavyi, Menteri Hubungan Internasional dan Perdagangan Namibia.
Dalam wawancara eksklusif dengan China Global Television Network (CGTN), Ashipala-Musavyi mengatakan langkah penghapusan tarif yang menyeluruh ini akan mempercepat industrialisasi Afrika dan membuka peluang baru di bidang perdagangan, jasa, dan pariwisata.
"Manfaat dari kebijakan Tiongkok ini akan mendorong industrialisasi. Kita akan mulai menambahkan nilai lebih pada apa yang kita ekspor ke Tiongkok. Saya pikir banyak pengusaha akan datang ke Tiongkok dan melihat apa saja kebutuhannya. Jadi, pariwisata juga akan mendapat manfaat dan sebaliknya dalam hal transportasi, akan mendapat manfaat, jasa akan mendapat manfaat, hubungan antar masyarakat akan mendapat manfaat. Karena kami melihat perdagangan sebagai langkah pembangunan perdamaian juga. Kami tidak hanya ingin berdagang, kami juga ingin memiliki pemahaman yang lebih baik di antara masyarakat. Seluruh kolektif akan mendapat manfaat dari kebijakan ini dan kami berharap negara-negara lain dapat melakukan hal yang sama," ujarnya.
Berlaku efektif sejak 1 Mei 2026, kebijakan itu memberikan akses bebas tarif kepada seluruh 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik dengan Tiongkok, menjadikan Beijing sebagai negara ekonomi besar pertama yang memberikan perlakuan komprehensif tersebut.
Atas undangan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, Presiden Namibia, Netumbo Nandi-Ndaitwah, melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dari tanggal 5 hingga 11 Juli 2026.
Pada hari Kamis (9/7) di Beijing, ia bertemu dengan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, yang menyebut Namibia sebagai mitra penting Afrika dan berjanji untuk meneruskan persahabatan tradisional, saling mendukung kepentingan inti masing-masing, dan memperluas kerja sama yang saling menguntungkan untuk memajukan modernisasi.
Nandi-Ndaitwah mengatakan Namibia menghargai peran global Tiongkok dan siap untuk memperdalam koordinasi multilateral untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan regional.