Xiamen, Bharata Online - China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) ke-26 resmi dibuka di kota pesisir Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok Timur, pada hari Selasa (8/9). Ajang ini menarik minat peserta pameran dan delegasi internasional untuk menghubungkan investor global dengan pasar-pasar utama Tiongkok.
Pameran yang berlangsung selama empat hari ini mempertemukan lebih dari 1.200 instansi pemerintah dan delegasi bisnis dari 129 negara dan wilayah, termasuk 48 dari 50 ekonomi terbesar dunia berdasarkan PDB, serta melibatkan partisipasi 30 organisasi internasional.
Acara tahun ini merupakan edisi terbesar dari pameran dagang yang telah lama berlangsung tersebut, dengan total luas area pameran yang diperluas hingga sekitar 200.000 meter persegi. Pameran ini juga menghadirkan 14 zona khusus yang menampilkan peluang investasi di berbagai sektor menjanjikan, termasuk konsep "kekuatan produktif berkualitas baru" (new quality productive forces) Tiongkok, sebuah strategi ekonomi yang mengedepankan inovasi berteknologi tinggi sebagai penggerak pertumbuhan baru, serta inisiatif "Silk Road Maritime" yang bertujuan menghidupkan kembali jalur perdagangan laut kuno.
Dalam sambutannya pada upacara pembukaan, Zhou Zuyi, Sekretaris Komite Provinsi Fujian dari Partai Komunis Tiongkok, menyatakan bahwa Fujian akan meningkatkan upaya untuk membentuk mekanisme baru demi mewujudkan ekonomi yang lebih terbuka.
"Kami akan terus memperluas keterbukaan kelembagaan dan secara aktif menyelaraskan diri dengan aturan perdagangan global berstandar tinggi. Kami memanfaatkan peluang dari program percontohan untuk memperluas perdagangan jasa. Kami juga melakukan peningkatan pada zona perdagangan bebas kami, dengan fokus pada inovasi teknologi, pembangunan hijau, dan ekonomi digital. Semua ini dilakukan untuk membangun ekonomi yang lebih terbuka dengan lebih cepat," ujar Zhou.
Edisi tahun ini juga untuk pertama kalinya memperkenalkan mekanisme "dua negara tamu kehormatan", dengan Finlandia dan Arab Saudi bersama-sama memegang peran tersebut. Selain itu, dua provinsi di Tiongkok juga ditunjuk sebagai tamu kehormatan, yakni Provinsi Guangdong di wilayah selatan dan Provinsi Qinghai di wilayah barat laut.
Pameran ini disusun berdasarkan tiga bagian tematik utama, yaitu "Investasi di Tiongkok" (Invest in China), "Investasi Tiongkok ke Luar Negeri" (China's Outbound Investment), dan "Investasi Internasional" (International Investment), serta akan mencakup lebih dari 40 acara utama promosi investasi dan hampir 100 kegiatan pendukung lainnya.
Saat berbicara pada upacara pembukaan, Pedro Manuel Moreno, Penjabat Sekretaris Jenderal Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan atau United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), menekankan pentingnya peningkatan investasi di bidang-bidang strategis utama, seraya menyebutkan bahwa pameran dagang ini menyediakan wadah yang berharga untuk pertukaran gagasan dan kerja sama.
"Sektor-sektor strategis—seperti kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, mineral kritis, atau energi bersih, kini mencakup hampir separuh dari nilai seluruh proyek investasi baru. Oleh karena itu, saya meyakini bahwa ajang seperti CIFIT menjadi semakin penting saat ini, karena tantangan utama kita bukan lagi sekadar memobilisasi lebih banyak modal, melainkan menghubungkan modal tersebut dengan proyek yang tepat di lokasi yang tepat," ujarnya.
Pertama kali diselenggarakan pada tahun 1997, CIFIT, yang diorganisasi oleh Kementerian Perdagangan Tiongkok, telah menjadi wadah penting untuk mendorong investasi dan memfasilitasi pembangunan global.