Dalian, Bharata Online - Pertemuan Pejabat Senior ketiga dan pertemuan terkait APEC China 2026 resmi berakhir di Dalian, sebuah kota pelabuhan di Provinsi Liaoning, Tiongkok Timur Laut, pada hari Jumat (28/8) setelah dua minggu diskusi mengenai inovasi digital, kecerdasan buatan (AI), perdagangan, dan konektivitas.
Pertemuan yang diselenggarakan oleh Tiongkok pada 17-28 Agustus 2026 itu mempertemukan para pejabat dan delegasi dari forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), yang mencakup 21 ekonomi, untuk pembahasan kebijakan, sesi teknis, dan inisiatif peningkatan kapasitas.
Liu Kong-cheung, Direktur Jenderal Perdagangan dan Industri Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong, mengatakan bahwa forum tersebut membuka peluang bagi kerja sama yang lebih erat di antara ekonomi-ekonomi APEC dalam hal perdagangan, konektivitas, dan teknologi baru yang sedang berkembang.
"APEC adalah forum ekonomi, dan kami berharap dapat menjalin kolaborasi yang lebih erat dengan seluruh ekonomi APEC terkait isu-isu yang menjadi perhatian bersama, termasuk tentu saja perdagangan bebas, mendorong perdagangan bebas di kawasan ini, meningkatkan konektivitas, serta tren yang sedang berkembang seperti transformasi digital dan AI," ujar Liu.
Hera Kevau, penjabat pejabat senior APEC di Sekretariat APEC Papua Nugini, mengatakan bahwa ekonomi berkembang mengharapkan hasil nyata dari diskusi mengenai teknologi digital dan kecerdasan buatan.
"Banyak pembahasan mengenai teknologi digital dan AI. Menurut saya, hal ini sangat penting mengingat adanya tren baru dan tren yang sedang berkembang, baik di kawasan maupun secara global, terkait teknologi digital dan AI. Jadi, hal ini sangat penting khususnya bagi ekonomi berkembang seperti Papua Nugini, karena teknologi digital dan AI masih merupakan agenda yang baru bagi kami. Kami benar-benar mengharapkan hasil praktis yang dapat kami bawa pulang dan memastikan bahwa hal tersebut juga bermanfaat bagi perekonomian kami," kata Kevau.
Marco Balarezo, Direktur Jenderal Asia dan Oseania di Kementerian Luar Negeri Peru, mengatakan bahwa dokumen-dokumen yang sedang dibahas mencakup topik kecerdasan buatan, reformasi struktural, dan Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik.
"Semua dokumen yang kami bahas serta usulan yang mereka sampaikan bersifat komprehensif dan sangat mendalam. Dokumen-dokumen tersebut mencakup banyak hal, mulai dari kecerdasan buatan, reformasi struktural, kawasan perdagangan bebas di kawasan Asia-Pasifik, hingga berbagai hal lainnya. Apa yang dilakukan Tiongkok dalam penyelenggaraan APEC ini sungguh luar biasa," ujar Balarezo.
Marat Berdyev, Duta Besar Keliling Rusia untuk Urusan G20 dan APEC, mengatakan bahwa pertemuan tersebut berjalan secara produktif dan pihak Tiongkok sedang mempersiapkan dokumen-dokumen untuk diadopsi oleh para pemimpin APEC.
"Kami membuat kemajuan yang cukup produktif dan pihak Tiongkok merencanakan serangkaian dokumen yang akan diadopsi oleh para pemimpin. Semuanya ditujukan untuk membahas topik-topik penting dan mendesak, seperti inovasi, kecerdasan buatan, perdagangan, dan konektivitas—yang sangat kami utamakan," ujar Berdyev.