Beijing, Bharata Online - Industri baterai kendaraan listrik (power battery) Tiongkok mencatat pertumbuhan pesat dalam tujuh bulan pertama tahun ini, dengan penjualan melonjak 37,1 persen secara tahunan menjadi 790,4 gigawatt-jam (GWh), menurut Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (Ministry of Industry and Information Technology/MIIT) Tiongkok.
Berdasarkan data resmi, industri baterai ini telah membangun sistem industri yang komprehensif, dengan kekuatan keseluruhan dan daya saing internasional yang terus meningkat.
"Terkait daya saing perusahaan, enam dari sepuluh produsen baterai teratas dunia berdasarkan kapasitas terpasang kini berasal dari Tiongkok. Mereka menguasai pangsa pasar gabungan lebih dari 70 persen, meningkat 3 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. Pasokan produk baterai berkualitas tinggi telah berkontribusi positif terhadap pertumbuhan stabil sektor kendaraan energi baru global serta transisi menuju energi rendah karbon," ujar Qu Guochun, Direktur Pusat Pengembangan Industri Peralatan di bawah naungan MIIT.
Selain itu, perusahaan-perusahaan di sektor baterai kendaraan listrik telah memperdalam integrasi global mereka dengan mendirikan fasilitas produksi di luar negeri, meluncurkan pusat penelitian dan pengembangan, serta menjalin kerja sama teknis, tambah Qu.
"Teknologi baterai kendaraan listrik terus berkembang di berbagai aspek, dengan terobosan berkelanjutan pada teknologi generasi mendatang, termasuk baterai solid-state. Pada saat yang sama, pengelolaan karbon sepanjang siklus hidup produk, pengendalian biaya rantai pasok, kepatuhan terhadap regulasi internasional, dan strategi kekayaan intelektual telah menjadi faktor penentu utama bagi daya saing perusahaan di masa depan," kata Qu.